Refleksi 2025 Polres Sukabumi, Bongkar Korupsi Mesin Tenun-Perangi PETI

Posted on

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyampaikan refleksi kinerja jajarannya sepanjang tahun 2025. Salah satu capaian yang menjadi sorotan utama adalah keberhasilan Korps Bhayangkara membongkar praktik rasuah di lingkungan Pemkab Sukabumi, yakni kasus korupsi pengadaan mesin tenun di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin).

Dalam keterangannya di penghujung tahun, Samian menegaskan bahwa penanganan tindak pidana korupsi (Tipikor) menjadi atensi serius kepolisian untuk menyelamatkan uang negara. Kasus Disdagin yang sempat menyita perhatian publik ini dipastikan telah tuntas di tingkat kepolisian.

“Untuk pengungkapan perkara juga mengalami peningkatan. Tindak pidana korupsi (Tipikor) sudah kita selesaikan dan kita serahkan ke penuntut umum atau P-21,” kata Samian kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Berdasarkan catatan infoJabar, kasus ini menjadi salah satu skandal yang memantik perhatian di tahun 2025. Polres Sukabumi melimpahkan tiga tersangka ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi pada Mei 2025 lalu.

Akibat ulah para pelaku, negara dirugikan ratusan juta rupiah.

Berantas Tambang Emas Ilegal Demi Lingkungan

Selain kasus korupsi, isu kerusakan lingkungan akibat Pertambangan Tanpa Izin (PETI) juga menjadi fokus utama Polres Sukabumi di tahun 2025.

Samian menyebut, operasi penertiban tambang emas ilegal, seperti yang dilakukan di wilayah Cikakak dan sekitarnya, bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga upaya mitigasi bencana.

“Kita ungkap terkait pertambangan tanpa izin (PETI). Karena salah satu kerusakan alam itu disebabkan oleh pertambangan tanpa izin. Ini akan merusak ekosistem dan berdampak pada alam. Saat cuaca ekstrem, kerusakan ini bisa memicu bencana, maka kita tertibkan,” tegas Samian.

Langkah tegas ini terbukti dengan serangkaian penggerebekan ‘lubang tikus’ yang dilakukan Satreskrim Polres Sukabumi pada paruh kedua tahun 2025, di mana sejumlah pelaku lapangan atau ‘gurandil’ hingga pemodal turut diamankan.

Siaga Malam Tahun Baru: Waspada Laka Laut

Menutup tahun 2025, Samian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Sukabumi dalam kondisi kondusif.

Meski animo wisatawan di akhir tahun ini sedikit menurun akibat isu bencana di beberapa daerah lain, polisi tetap menyiagakan personel penuh.

Fokus pengamanan dibagi menjadi dua klaster utama. Wilayah Utara difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas, sementara wilayah Selatan dan Barat dipertebal dengan personel berkualifikasi SAR untuk mengantisipasi kecelakaan laut.

“Anggota yang punya kompetensi terkait SAR dan penyelamatan korban di air, kita tempatkan pada titik-titik di wilayah Barat dan Selatan. Kita cover agar masyarakat bisa aman dan tenang dalam berlibur,” pungkas perwira menengah yang dikenal dengan gelar Doktornya itu.