Sukabumi –
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (31/1/2026), memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat kejadian banjir dan kerusakan infrastruktur irigasi di tiga kecamatan berbeda.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem mengakibatkan dampak signifikan di Kecamatan Cikidang, Gegerbitung, dan Cidahu.
“Berdasarkan laporan yang masuk hingga Sabtu malam pukul 22.55 WIB, kami mencatat kejadian banjir luapan sungai di Cikidang dan kerusakan bendungan di Gegerbitung akibat tergerus air,” ujar Daeng dalam laporan tertulisnya, Sabtu (31/1/2026) malam.
Banjir Rendam Puluhan Rumah di Cikidang
Dampak paling luas dirasakan warga di Kampung Cikidang Hilir, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang. Banjir mulai merendam permukiman warga pada pukul 20.30 WIB.
Menurut Daeng, banjir dipicu oleh hujan lebat yang turun sejak sore hari, diperparah dengan tingginya debit air kiriman dari hulu sungai. Akibatnya, drainase dan sungai tidak mampu menampung volume air.
“Air meluap dan merendam rumah warga di dua RW. Data sementara mencatat sekitar 21 rumah terdampak genangan,” jelas Daeng.
Sementara itu, di Kecamatan Gegerbitung, curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan pada infrastruktur pertanian.
Di Kampung Lembur Sawah, Desa Cijurey, Bendungan Leuwibenda dilaporkan jebol pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.
Struktur bendungan tidak kuat menahan derasnya arus banjir sehingga tergerus dan rusak parah. Daeng menyebutkan, kerusakan ini berpotensi mengganggu pasokan air ke lahan pertanian warga.
“Dampak dari jebolnya Bendungan Leuwibenda ini menyebabkan area pertanian terancam gagal panen,” tuturnya.
Selain banjir, angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Cidahu, tepatnya di Kampung Babakan Jampang, Desa Jayabakti. Sebuah pohon tumbang sempat menutup akses jalan warga, namun material pohon tersebut telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sukabumi terus menyiagakan personel dan memantau perkembangan cuaca, mengingat masih adanya peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat.
“Kami terus melakukan pemantauan wilayah melalui jejaring komunikasi radio dan aplikasi kebencanaan, serta berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan,” pungkas Daeng.
