Ciamis –
Polres Ciamis melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di halaman Mapolres Ciamis, Kamis (12/3/2026) sore. Apel ini menandakan dimulainya Operasi Ketupat 2026, pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kabupaten Ciamis.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah mengatakan, apel gelar pasukan dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran kepolisian atas instruksi Kapolri dan Kapolda.
“Ini perintah serentak dari Bapak Kapolri dan Kapolda. Hari ini pukul 16.00 WIB seluruh jajaran kepolisian melaksanakan apel gelar pasukan untuk kesiapan personel yang akan bertugas di pos pengamanan maupun pos pelayanan,” ujar Hidayatullah.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Polres Ciamis menyiapkan sebanyak 338 personel yang akan ditempatkan di sembilan pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis.
“Total ada sembilan pos yang kami siapkan, terdiri dari satu pos terpadu di Alun-alun Ciamis, tujuh pos pengamanan, serta satu pos pelayanan,” jelasnya.
Tujuh pos pengamanan tersebut berada di wilayah Cihaurbeuti, Sindangkasih, Kawali, Cisaga, Banjarsari, Stasiun Ciamis, dan Cimaragas. Sementara pos pelayanan ditempatkan di kawasan objek wisata Karangkamulyan. Selain itu, Polres Ciamis juga menyiapkan pos layanan tim pengurai kemacetan di kawasan Cikoneng.
Menurutnya, penempatan pos tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan seperti kemacetan dan kecelakaan lalu lintas saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Beberapa titik yang kami antisipasi rawan kemacetan antara lain di Cikoneng dan Cihaurbeuti. Di kawasan Cikoneng bahkan kami siapkan tim pengurai yang standby 24 jam untuk mengurai kepadatan kendaraan,” katanya.
Kapolres menambahkan, pos terpadu yang berada di Alun-alun Ciamis akan menjadi pusat komando pengamanan selama Operasi Ketupat. Pos tersebut melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga BPBD.
Selain menjadi pusat pengamanan, pos terpadu juga disiapkan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik yang melintas di wilayah Ciamis.
“Di pos terpadu ini ada layanan pengamanan, kesehatan, serta tempat istirahat bagi pemudik. Semua unsur terlibat agar pengamanan arus mudik berjalan lancar,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi potensi bencana alam yang bisa terjadi selama masa musim mudik lebaran. Polres Ciamis telah berkoordinasi dengan BPBD dan tim tanggap darurat bencana untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem.
“Untuk cuaca kita tentu sama-sama berdoa. Namun kami juga sudah menyiapkan tim bersama BPBD dan Satgas Tanggap Bencana untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi,” jelasnya.
Beberapa jalur di Kabupaten Ciamis juga dipetakan sebagai wilayah rawan bencana, di antaranya jalur Panawangan di lintas Ciamis-Cirebon serta jalur Banjarsari-Pamarican yang berpotensi terjadi longsor maupun banjir.
Selain rawan bencana, Polres Ciamis juga menyoroti sejumlah jalur yang berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas. Salah satunya ruas Cihaurbeuti menuju Cisaga yang dinilai memiliki penerangan jalan yang minim.
Sementara itu, untuk mengurai kepadatan kendaraan jika terjadi kemacetan di jalur utama, Polres Ciamis telah menyiapkan jalur alternatif melalui Panumbangan, Kawali, hingga Panjalu.
