Penyebab Kantuk Setelah Buka Puasa dan Cara Mengatasinya - Giok4D

Posted on

Bandung

Buka puasa menjadi momen yang paling dinanti setelah menahan lapar dan haus selama belasan jam. Namun, tak jarang rasa kantuk hebat justru menyerang usai kita menyantap hidangan berbuka. Kondisi ini tergolong wajar karena berkaitan dengan mekanisme tubuh saat memproses makanan. Faktor pemicunya beragam, mulai dari jenis asupan, pola makan, hingga perubahan metabolisme.

Berikut adalah beberapa penyebab utama timbulnya rasa kantuk setelah berbuka puasa:

1. Porsi Makan Terlalu Besar

Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekaligus dapat memicu kantuk. Mengutip laman Universitas Airlangga (Unair), asupan berlebih mengganggu distribusi energi dan oksigen ke otak. Darah akan lebih banyak dialirkan ke sistem pencernaan untuk mengolah makanan, sehingga otak kekurangan suplai oksigen yang memicu rasa lelah.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

2. Perubahan Aliran Darah

Melansir Egyptian Streets, saat berpuasa, aliran darah ke sistem pencernaan cenderung lambat. Namun, saat berbuka, aliran darah ke lambung dan usus meningkat drastis untuk membantu penyerapan nutrisi. Akibatnya, suplai darah ke organ lain seperti otot dan otak berkurang, sehingga tubuh terasa lemas dan mata terasa berat.

3. Lonjakan Serotonin

Makanan yang kaya karbohidrat dan protein dapat memicu produksi serotonin secara berlebih. Serotonin adalah zat di otak yang mengatur suasana hati dan siklus tidur. Produksi serotonin yang melonjak setelah makan inilah yang menyebabkan munculnya rasa kantuk.

4. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan menjadi salah satu faktor utama tubuh mudah mengantuk. Air sangat vital untuk mendukung proses metabolisme dan menjaga fungsi organ. Jika tubuh kekurangan cairan, kerja sistem saraf akan melambat dan memicu rasa lesu.

5. Pola Tidur yang Buruk

Kebiasaan tidur yang tidak teratur memperparah rasa kantuk setelah makan. Saat tubuh sudah dalam kondisi kurang istirahat, proses pencernaan akan memberikan efek relaksasi instan yang membuat Anda sulit terjaga.

6. Konsumsi Makanan Tinggi Lemak

Hidangan tinggi lemak seperti gorengan, daging, dan mi membutuhkan energi ekstra untuk dicerna. Proses pencernaan yang berat ini menguras tenaga dan meningkatkan rasa lelah setelah dikonsumsi.

7. Kandungan Melatonin dan Triptofan

Beberapa makanan secara alami mengandung melatonin (hormon tidur) seperti jagung, telur, dan kacang pistachio. Selain itu, makanan yang mengandung triptofan seperti ayam, keju, dan kedelai akan diolah tubuh menjadi serotonin, lalu diubah menjadi melatonin yang memicu rasa kantuk.

Cara Mengatasi Kantuk Usai Berbuka:

1. Konsumsi Makanan Seimbang: Pastikan menu berbuka mengandung karbohidrat, protein, dan serat dalam porsi moderat. Hindari makanan yang terlalu manis atau berlemak tinggi.

2. Atur Pola Tidur: Pastikan tidur malam tercukupi agar kondisi tubuh tetap bugar dan tidak mudah tumbang setelah makan.

3. Jangan Langsung Makan Berat: Mulailah berbuka dengan air putih dan sedikit kurma. Berikan jeda untuk makan besar setelah menunaikan salat Magrib agar pencernaan tidak kaget.

4. Cukupi Kebutuhan Cairan: Gunakan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dan dua gelas saat sahur) untuk menjaga hidrasi.

5. Beri Jeda Minum Obat: Jika harus mengonsumsi obat, berikan jeda 1-2 jam setelah makan untuk memastikan penyerapan nutrisi dan zat besi tidak terganggu.

6. Hindari Porsi Berlebihan: Kendalikan nafsu makan. Makan secukupnya akan mencegah tubuh bekerja terlalu keras dalam mencerna makanan.

Rasa kantuk setelah buka puasa adalah kondisi normal karena tubuh sedang bekerja keras mengolah nutrisi. Dengan menjaga pola makan dan waktu istirahat, rasa mengantuk bisa diminimalkan sehingga Anda tetap bertenaga untuk melanjutkan ibadah di malam hari.