Cianjur –
Kajian dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang bakal berlanjut di 2026 ini. Bahkan kali ini kajian akan berfokus pada lapisan budaya yang diperkirakan berusia ribuan tahun sebelum Masehi, sedangkan pemugaran dilakukan pada teras keempat.
Arkeolog Ali Akbar, mengatakan pihaknya tengah menjalani berbagai rapat koordinasi dengan berbagai intansi terkait untuk melanjutkan kajian serta pemuagran Situs Gunung Padang di Cianjur.
“Insya Allah berlanjut (kajian dan pemugaran Gunung Padang). Rencananya di akhir Maret tahun 2026 dimulai kajian serta pemugaran lanjutannya,” kata dia. Jumat (20/2/2026).
Menurut dia, fokus kajian kali ini ialah kajian pada lapisan budaya yang lebih tua dan pemugaran pada teras keempat.
“Tahun lalu yang dipugar adalah teras 5 yang berusia sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Tahun ini melanjutkan pemugaran di samping teras 5, yakni teras 4, dan secara berurutan ke teras berikutnya hingga teras 1,” kata dia.
Ali menyebut untuk mengungkap lapisan budaya, pihaknya akan melakukan penggalian hingga kedalaman lebih dari 20 meter di bawah permukaan situs.
“Sebelumnya hanya struktur di kedalaman 4-5 meter yang kami gali. Karena waktu terbatas, tapi kali ini kami akan gali lebih dalam untuk mengungkap dugaan adanya struktur yang lebih tua lagi di dalam tanah,” kata dia.
Dia menambahkan, dalam kajian dan pemugaran tahun ini ada sekitar 100 ahli yang dilibatkan. “Untuk kajian dan pemugarannya sejak Maret hingga Desember 2026 dan untuk arkeolog serta ahli yang dilibatkan sama dengan tahun lalu. Kami harap akan semakin banyak fakta baru yang terungkap di kajian dan pemugaran kali ini,” pungkasnya.
