Bandung –
Kota Bandung akan dipadati wisatawan saat libur panjang Tahun Baru Imlek 2577. Pemkot Bandung pun fokus menyisir masalah getok tarif parkir maupun parkir liar demi menekan masalah di lapangan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Tahun Baru Imlek tak hanya dirayakan Umat Tionghoa. Momentum itu juga diprediksi akan dipadati warga yang melaksanakan tradisi munggahan untuk menyambut Bulan Ramadan.
“Kita akan menjaga titik-titik jalan di Kota Bandung yang merupakan pintu masuk. Karena dalam libur panjang Imlek ini tidak hanya menyambut mereka yang datang untuk merayakan Imlek, tetapi juga datang munggahaan. Jadi pasti ramai pisan,” kata Farhan, Kamis (12/2/2026).
Sejumlah aspek sedang Farhan antisipasi menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Mulai dari ketersediaan bahan pokon, hingga penanganan sampah yang diprediksi bakal melonjak di momentum tersebut.
“Kita memastikan rantai pasok kebutuhan pokok itu terjaga dengan baik. Inflasi juga bisa dikendalikan dan penanganan sampah nih. Saya baru akan rapat lagi, sebelum libur harus sudah ada satu strategi untuk penanganan sampah,” ungkapnya.
Satu potensi masalah yang sedang Farhan fokuskan adalah fenomena parkir liar. Meski penindakan gencar dilakukan, ia tetap mengantisipasi kasus ini terjadi di lapangan dan akhirnya menimbulkan keresahan bagi wisatawan.
“Nah, getok parkir. Jadi titik-titik parkir kita akan cari siapa penanggung jawabnya. Baik yang resmi atau yang tidak resmi, terus diajak ngobrol,” ujarnya.
“Penindakan sudah pasti langsung di lapangan. Kemarin aja pengendalian operasi Dishub itu kalau ada motor atau mobil yang parkir sembarangan, angkut. Jadi kita fokus ke getok parkir,” pungkasnya.
