Deden Maulana, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusarang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan tiba di kampung halaman, di Garut. Jasad Deden langsung dikebumikan.
Jasas Deden Maulana tiba di kampung halamannya, Kampung/Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, pada Kamis, (22/1/2026) sore. Kedatangan Deden disambut isak tangis keluarga yang menunggu kedatangannya seharian.
Setelah disolatkan di masjid kampung setempat, jasad Deden Maulana langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Pasanggrahan yang tak jauh dari kediaman Deden.
Berlian Purnama, kerabat Deden mengatakan pihak keluarga kaget bukan main kala mendengar pesawat yang ditumpangi lelaki berumur 43 tahun tersebut hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 lalu.
“Kami kaget, tidak tenang. Waktu itu saya sedang di rumah istri, langsung ke sini kemudian ke Bandung, jemput keluarga langsung ke Jakarta,” kata Berlian kepada wartawan, di lokasi, Kamis, (22/1/2026).
Berlian menuturkan, di hari Sabtu kelabu itu, pihak keluarga mendapatkan informasi mengenai pesawat yang hilang kontak itu sekitar petang. Keluarga langsung bertolak ke Jakarta untuk mencari kabar lebih akurat.
Setelah jasad Deden ditemukan, kemudian diproses untuk kepentingan penyelidikan keluarga kemudian diperbolehkan untuk membawa pulang jasad Deden untuk kemudian dimakamkan hari ini.
Lebih lanjut, Berlian menceritakan momen terakhir keluarga besar di Garut bersama Deden. Momen kebersamaan itu terjadi saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 lalu.
Saat itu, kata Berlian, Deden pulang ke Garut kemudian menjemput salah satu anaknya untuk berlibur di Bandung. Menghabiskan waktu sekitar 3 hari di Kota Kembang, Deden dan keluarga kembali ke Garut.
“Kemudian Aa (Deden) tinggal dulu di sini, main seperti biasa sebelum kembali lagi ke Jakarta,” ucap Berlian.
Salah satu momen yang dirasa aneh oleh Berlian, adalah ketika Deden datang ke rumah orang tuanya, kemudian memeluk sang ibu yang tengah tidur dini hari.
“Malam hari sebelum pulang lagi ke Jakarta, Aa sempat meluk ibu sedang tidur sekitar jam 2,” katanya.
Momen itu, adalah momen terakhir mayoritas anggota keluarga besar bertemu dengan Deden. Berlian sendiri terakhir berkomunikasi dengan Deden awal Januari lalu.
“Kalau saya ngomongin mobil. Karena mobilnya sempat nabrak. Biasa saja ngobrol,” katanya.
Di mata Berlian, Deden sendiri merupakan sosok kakak yang baik hati. Deden terkenal gila bola dan pecinta kopi. Deden sendiri diketahui berstatus sebagai PNS di Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP). Dia sudah lebih dari 20 tahun mengabdi untuk negara.
