Bandung –
Selain beribadah dan mencari pahala, bulan Ramadhan kerap dikaitkan dengan isu-isu kesehatan. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa puasa memberikan beragam manfaat kesehatan, seperti penurunan berat badan serta perbaikan parameter metabolik seperti kadar gula darah, kolesterol, trigliserida, kadar insulin, hingga penurunan tingkat peradangan dalam tubuh.
Pembatasan asupan kalori yang juga terjadi saat puasa dipercaya memiliki dampak positif terhadap proses penuaan. Beberapa studi menemukan adanya peningkatan mekanisme perbaikan sel dan respons protektif tubuh ketika asupan energi dikendalikan. Puasa juga disebut dapat merangsang aktivitas enzim tertentu yang berperan dalam proses metabolisme dan membantu menjaga fungsi hati sebagai organ penting dalam sistem detoksifikasi.
Banyak orang yang percaya bahwa menahan makan dan minum selama belasan jam dapat mengeluarkan racun dari tubuh. Namun, apakah klaim tersebut merupakan fakta yang didukung sains atau sekadar mitos yang populer di masyarakat?.
APA ITU DETOKSIFIKASI?
Detoksifikasi adalah proses alami tubuh untuk menetralisir, mengolah, dan membuang zat yang tidak lagi dibutuhkan atau berpotensi membahayakan. Zat tersebut bisa berasal dari sisa metabolisme sel, polusi udara, residu obat, alkohol, maupun bahan tambahan makanan. Dalam istilah medis, detoksifikasi bukanlah prosedur instan, melainkan mekanisme biologis yang berlangsung terus-menerus setiap hari.
Tubuh manusia telah dilengkapi sistem kompleks yang melibatkan hati, ginjal, serta organ lainnya yang bekerja tanpa henti untuk menyaring dan mengeluarkan zat sisa metabolisme. Hati berfungsi mengubah zat beracun menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan, ginjal menyaring darah dan membuang limbah melalui urine, paru-paru mengeluarkan karbon dioksida, kulit membantu ekskresi melalui keringat, sedangkan usus berperan dalam pembuangan sisa pencernaan.
Semua organ ini bekerja secara simultan menjaga keseimbangan internal tubuh atau yang dikenal sebagai homeostasis. Tubuh kita memerlukan detoksifikasi karena setiap proses metabolisme menghasilkan zat sisa. Jika tidak dikeluarkan secara optimal, limbah tersebut dapat menumpuk dan mengganggu kinerja sel serta organ. Karena itu, menjaga fungsi hati, ginjal, dan organ lain melalui pola makan seimbang, asupan cairan yang cukup, istirahat berkualitas, serta aktivitas fisik teratur jauh lebih efektif dibanding mengandalkan metode detoks instan yang belum tentu terbukti secara ilmiah.
MITOS ATAU FAKTA PUASA DAPAT MENDETOKS TUBUH?
Klaim bahwa puasa dapat membersihkan racun dari tubuh ternyata tidak sepenuhnya didukung oleh riset klinis yang kuat. Tubuh manusia pada dasarnya memiliki sistem detoksifikasi alami yang bekerja setiap saat melalui organ seperti hati dan ginjal. Kedua organ ini berperan menyaring, mengolah, dan membuang zat sisa metabolisme tanpa bergantung pada kondisi sedang berpuasa atau tidak.
Selama puasa, memang terjadi perubahan metabolisme dimana tubuh memasuki fase yang disebut ketosis, yaitu ketika stok glukosa habis dan lemak digunakan sebagai sumber energi. Lemak diketahui dapat menyimpan zat tertentu, termasuk senyawa yang tidak mudah larut.
Pembakaran lemak untuk energi bisa melepaskan senyawa tersebut ke aliran darah, namun bukan berarti proses ini efektif atau aman untuk memasukkan tubuh ke proses detoks besar-besaran tanpa pengawasan medis. Proses ini dapat memicu pelepasan zat tertentu yang tersimpan dalam jaringan lemak. Detoksifikasi yang baik membutuhkan asupan nutrisi lengkap, hidrasi yang cukup, istirahat berkualitas, serta pola hidup sehat.
Dengan kata lain, puasa dapat mendukung proses alami detoksifikasi, tetapi bukan menggantikannya. Manfaat kesehatan yang muncul selama puasa lebih berkaitan dengan pengaturan pola makan, pembatasan kalori, serta perbaikan metabolisme. Detoksifikasi tetap menjadi fungsi alami tubuh yang berlangsung terus-menerus, terlepas dari ada atau tidaknya praktik puasa.
TIPS MENDUKUNG DETOKSIFIKASI TUBUH SAAT PUASA
1. Jaga hidarasi, minum air putih yang cukup saat berbuka sampai sahur untuk membantu ginjal menyaring limbah di tubuh secara efektif.
2. Konsumsi makanan padat nutrisi seperti buah, sayur, dan protein berkualitas.
3. Olahraga ringan seperti berjalan atau bersepeda membantu sirkulasi darah dan limbah metabolik keluar melalui keringat.
4. Tidur berkualitas memungkinkan tubuh melakukan perbaikan sel dan proses regenerasi yang mendukung metabolisme tubuh.
