Misi Balas Dendam di GBLA, Bojan Hodak Waspadai Permainan Rapi Persita

Posted on

Bandung

Persib Bandung bersiap menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-22 Super League Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2/2026) pukul 20.30 WIB.

Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi Maung Bandung. Ada misi balas dendam setelah kekalahan 1-2 di putaran pertama. Saat itu, Persib takluk melawan Persita saat pertandingan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Pertandingan itu bahkan masih menyisakan penyesalan, yakni penalti yang gagal dimaksimalkan oleh Persib hingga sejumlah peluang terbuang membuat poin melayang.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, tak menampik kekalahan tersebut masih membekas. Namun ia menegaskan laga di kandang Minggu malam nanti akan jadi momentum berbeda.

“Kami kalah di pertemuan pertama dengan skor 1-2 di Bali. Kami gagal penalti, Lucho gagal memanfaatkan situasi penalti dan ada beberapa peluang yang lain. Tapi mereka tim yang berbahaya, terorganisir dengan baik,” ujar Bojan, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, Persita bukan lawan sembarangan. Di klasemen sementara, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu bertengger di peringkat keenam dengan 35 poin dan dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik musim ini.

Bojan juga menyoroti faktor pengalaman sang pelatih Persita, Carlos Pena yang dinilai sudah memahami karakter kompetisi di Indonesia.

“Pelatihnya sudah memasuki musim kedua di sini (Indonesia), jadi dia sudah tahu bagaimana liga ini. Mereka cukup berbahaya dan jika memberi banyak ruang maka mereka akan sangat berbahaya. Tapi kami bermain di kandang dan tentunya saat bermain di rumah, kami akan berusaha mendapatkan hasil yang positif,” katanya.

Kekuatan utama Persita, lanjut Bojan, ada pada organisasi permainan dan kecepatan saat melakukan serangan balik. Celah sedikit saja bisa berujung ancaman serius bagi lini belakang Persib.

“Mereka adalah tim yang terorganisir dengan baik. Mereka berbahaya dan punya beberapa pemain cepat ketika melancarkan serangan balik. Kami harus punya cara menghentikannya dan mempersiapkan itu sebelum pertandingan,” tegasnya.