Bandung Barat –
Lima sampai enam pria mencangkul tanah menutup pusara yang di dalamnya bersemayam tubuh Widia Dwi Aryanti, korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pemakaman gadis 15 tahun itu dibayangi langit mendung dan angin kencang dari arah Gunung Burangrang. Senin (2/2/2026) siang, tubuh Widia dikebumikan, bersebelahan dengan pusara sang ibu dan kakeknya.
Pusara Widia kemudian dikerubuti keluarga dan teman-teman sekolahnya. Di nisan kayu itu tertulis almarhumah lahir pada 23 Januari 2001. Kesedihan semakin terasa sebab Widia meninggal sehari setelah ia berulangtahun.
Teman-teman yang datang mengenakan seragam sekolah lengkap, kemudian berjongkok. Tak lama, mereka tak kuasa menahan tangis. Bocah-bocah itu kemudian dikuatkan agar tak menitikkan air mata seraya mendoakan mendiang.
“Sedih banget, enggak nyangka dapat kabar ini. Dia orang baik,” kata Sabrina, teman sekolah mendiang Widia saat ditemui.
Mendiang Widia tercatat sebagai siswi kelas VIII MTs Al Amin, Desa Pasirlangu. Pertemuan di hari Jumat itu, menjadi pertemuan terakhir Widia dengan teman-teman sekelasnya. Pun peringatan ulangtahunnya jadi yang terakhir.
“Kita sudah rencana banyak, nanti puasa mau buka bersama, terus main bareng. Tapi ternyata ada longsor, enggak nyangka sampai sekarang juga,” ucap Sabrina.
Widia sendiri menjadi korban kedahsyatan longsor dari Gunung Burangrang yang terjadi pada 24 Januari 2026. Ia dan beberapa anggota keluarganya tertimbun longsor saat sedang terlelap.
“Jadi ibunya sama kakeknya meninggal, sudah ketemu. Tapi adik sama kakaknya masih dicari. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” ujar seorang kerabat Widia.
Mendung membayangi operasi pencarian sisa korban tertimbun longsor pada hari kesepuluh, Senin (2/2/2026). Tim SAR Gabungan mengoptimalkan kinerja sebelum hujan kembali turun.
Operasi pencarian yang dilakukan sejak pagi, berbuah hasil. Tim menemukan tiga body pack yang kemudian dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk diidentifikasi.
“Tim menemukan 3 body pack. Kemudian sudah diserahkan ke posko DVI.,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.
Penambahan tiga body pack pada operasi hari kesepuluh ini, menjadikan total korban yang ditemukan tertimbun longsor di Cisarua sebanyak 79 korban. Sisa korban masih dalam pencarian.
“Secara keseluruhan, total temuan korban sebanyak 79 body pack. Sehingga sisa 1 body pack lagi yang masih dalam pencarian,” kata Ade Dian.
