Kota Bandung menghadapi persoalan baru pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Tak hanya kemacetan, wilayah berjuluk Kota Kembang ini sempat dipusingkan oleh temuan kotoran manusia yang bermunculan di ruang publik.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia membeberkan telah menerima laporan terkait munculnya kotoran manusia di sejumlah sudut kota pada Sabtu (10/1) lalu.
“Ada hal mengerikan yang kami temukan Sabtu kemarin. Di tengah kesibukan mengurus keamanan karena membeludaknya wisatawan, tiba-tiba ada warga komplain ke saya, ‘Pak, meni bau hangseur (bau pesing)’. Saya kaget, lalu patroli. Ternyata betul, di banyak sudut ditemukan kotoran manusia,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (12/1/2026).
Ironisnya, kotoran tersebut ditemukan di titik-titik favorit wisatawan, mulai dari kawasan Wastukencana, Taman Panda, Braga, hingga Asia Afrika.
“Asli, ada gundukannya. Langkah pertama, kami akan segera menggelar operasi penertiban tunawisma dan manusia kardus. Sebab, di Jalan Asia Afrika banyak gedung kosong yang beralih fungsi jadi toilet umum,” ungkapnya.
Farhan memastikan jajarannya akan segera bergerak melakukan pembersihan total di titik-titik terdampak. “Itu akan segera kami bersihkan. Ternyata itu ‘bonus’ setelah dua minggu sukses menggelar pesta Nataru,” seloroh Farhan.
Di balik persoalan sanitasi tersebut, Farhan mensyukuri meroketnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung selama libur Nataru. Kondisi ini akan dimanfaatkan pemerintah kota untuk memperkuat anggaran perbaikan infrastruktur di masa mendatang.
“Kami punya modal untuk menambah alokasi anggaran infrastruktur, sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Gubernur,” pungkasnya.
