Kuningan –
Kabupaten Kuningan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan tujuh kabupaten/kota lainnya yang tergabung dalam kawasan Rebana.
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi tahun 2025 secara year-on-year (YoY) yang dirilis melalui kanal resmi Kawasan Rebana, pertumbuhan ekonomi di Kuningan menyentuh angka 6,98 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan daerah lain seperti Kabupaten Majalengka (6,86 persen), Kabupaten Cirebon (6,23 persen), Kabupaten Sumedang (5,48 persen), Kota Cirebon (5,34 persen), Kabupaten Subang (5,01 persen), dan Kabupaten Indramayu yang berada di posisi 3,09 persen.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memaparkan pertumbuhan tersebut menunjukkan pembangunan daerah berjalan ke arah yang semakin kompetitif dan berkelanjutan. Menurutnya, tren ini memberikan sinyal positif bagi para investor.
“Capaian ini menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah sekaligus memberikan sinyal positif bagi investor untuk melihat Kuningan sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang,” tutur Dian, Selasa (10/3/2026).
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, Pemkab Kuningan berkomitmen menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi dan kelestarian lingkungan. Kuningan memiliki peran strategis sebagai wilayah konservasi sekaligus penopang hijau di kawasan Rebana.
Melalui pencapaian tersebut, Kuningan tidak hanya memimpin pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana pada 2025, tetapi juga memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan di wilayah timur Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, memaparkan bahwa dukungan kawasan industri, konektivitas infrastruktur, serta keberadaan pelabuhan dan bandara akan memperkuat daya tarik investasi dan membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Ia menilai kawasan Rebana memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi baru, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional.
“Rebana ini adalah satu-satunya kawasan ekonomi seperti ini di Indonesia. Potensinya luar biasa dan kami ingin seluruh kepala daerah di wilayah Rebana terlibat aktif agar kerja sama ekonomi daerah semakin kuat dan saling menguntungkan,” pungkas Helmy.
