Karawang –
Polisi mengungkap kronologi kecelakaan truk trailer menimpa Toyota Corolla di Karawang. Kontainer diduga lalai aturan lalu lintas hingga terjadinya insiden maut.
Kasat Lantas Polres Karawang AKP Sudir menuturkan, peristiwa ini bermula saat truk tailer bernomor polisi B 9107 UEI memasuki Jalan Raya Irigasi Bendasari dari arah Jalan Raya Rawagabus (Pantura), hendak menuju gudang untuk menyimpan muatan minyak goreng.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Kendaraan turun memasuki jalan sempit, kemudian hilang kendali, kemudian terguling menimpa minibus sedan Toyota Corolla,” ujar Sudir, saat diwawancara awak media di lokasi kejadian.
Pihaknya kini sudah mengamankan sopir truk trailer, untuk dilakukan penyelidikan, “Sopir trailer kita amankan di Polres untuk dilakukan penyelidikan, dan kita lakukan tes urine juga,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya kecelakaan terjadi di Jalan Raya Tanggul Rawagabus, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, pada Minggu (15/2/2026), sekira pukul 20.00 WIB.
Sebuah truk trailer bernomor polisi B 9107 UEI, hilang kendali saat melintasi turunan, hingga menimpa sebuah sedang Toyota Corolla bernomor polisi T 1275 KN.
Sudir menjelaskan, truk berjalan ke jalan yang tidak seharusnya dilintasi, dan diarahkan oleh pak ogah yang mengatur lalu lintas di persimpangan jalan tersebut.
“Ini kan di bawah jalan kabupaten yah, truk memang berjalan ke arah yang tidak peruntukannya, Tidak seharusnya dilintasi. Informasinya sopir nekat masuk karena dia diarahkan pak ogah,” ungkap Sudir.
Oleh karenanya, ia juga turut memeriksa pak ogah yang mengatur lalu lintas sebagai saksi dalam peristiwa kecelakaan tersebut, “Kami juga periksa pak ogah sebagai saksi dalam peristiwa ini,” imbuhnya.
Mengenai muatan truk trailer tersebut, Sudir mengungkap trailer bermuatan minyak goreng yang beratnya mencapai puluhan ton, dan hendak dikirim ke gudang di sekitar jalan irigasi Bendasari.
“Ini truk bermuatan minyak goreng, yang akan dikirim ke gudang di daerah jalan irigasi ini, muatannya 32 ton, jadi jalan ini memang tidak seharusnya dilintasi,” pungkasnya.
