Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) terus menyempurnakan konektivitas jaringan di daerah terdampak bencana banjir bandang di Sumatra dan Aceh. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengklaim kondisi jaringan di wilayah Aceh kini telah membaik.
“Daerah terdampak bencana, khususnya Aceh hari ini sudah 95 persen, secara total sudah di atas 95 persen,” kata Meutya di Bandung usai menghadiri penutupan Posko Nataru, Senin (5/1/2026).
Meutya menyebutkan para operator seluler terus bekerja memulihkan dan memperbaiki BTS yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
“Kami berharap bisa membantu keluarga besar kita di Aceh. Dari 3.208 BTS, hanya 7 yang belum tercakup. Artinya, di atas 95 persen sudah beroperasi kembali,” ungkapnya.
Meutya resmi menutup posko pemantauan kualitas layanan telekomunikasi bentukan Kemenkomdigi yang telah bersiaga sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Penutupan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk jajaran operator seluler.
“Ada 35 posko dari Kemenkomdigi untuk memantau frekuensi atau sinyal, serta 225 posko bersama dengan para operator,” ujarnya.
Selama masa Nataru, Meutya menyebut kualitas jaringan terjaga dengan baik dan pihaknya tidak menemukan kendala berarti di lapangan.
“Kualitas cukup terjaga, stabil, dan aman. Konektivitas nasional terpantau stabil di 104 kabupaten/kota pada 35 provinsi dengan kecepatan rata-rata unduh 80,50 Mbps dan unggah 35,36 Mbps. Telkomsel mencatat rata-rata tertinggi 90,15 Mbps, meningkat dari tahun sebelumnya. Sementara Indosat, XL, dan Smartfren berkisar antara 63,01 hingga 80,79 Mbps,” jelasnya.
Meutya menegaskan bahwa berakhirnya masa tugas posko bukan berarti pengawasan melemah. Menurutnya, pemantauan kualitas sinyal adalah tugas rutin kementeriannya.
“Setelah posko ditutup, bukan berarti pengawasan berhenti. Ini adalah kerja harian Kemenkomdigi. Pengawasan dan pemantauan terus berlangsung,” tambahnya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Terkait trafik data selama masa Nataru, Meutya menyebut terjadi pertumbuhan penggunaan layanan yang cukup tinggi dibanding hari biasa.
“Realisasi kenaikan trafik mencapai 30 persen. XL naik hingga 40 persen, Telkomsel 12,4 persen, dan Indosat 13,3 persen. Angkanya bervariasi, tapi semuanya menunjukkan tren kenaikan,” pungkasnya.
