Sukabumi –
Di balik video viral aksi pria berkapak di Cicurug, Sukabumi, terselip kisah keberanian sang korban, Indah Lestari Putri Iwana (25). Meski nyawa terancam karena pelaku membekali diri dengan senjata tajam, Indah tetap teguh meminta haknya agar foto candid dirinya dihapus.
Aksi saling tarik dan adu mulut pun tak terhindarkan. Indah menceritakan bahwa situasi di depan BPR Supra Cicurug itu berlangsung sangat cepat dan penuh kepanikan.
Keberaniannya muncul karena rasa tidak terima atas pelecehan yang dilakukan pelaku sejak di dalam angkot.
“Pokoknya saya di situ minta hapus foto. Dia tetap aja nggak mau. Ya udah lah saya sontak mau apa namanya, saya kan, aduh maaf ya, panik iya. Nah saya kan kemarin panik tuh, saya samperin terus tuh si bapak-bapak itu,” kata Indah kepada, Kamis (12/3/2026).
Indah mengaku sempat mencoba mengadang pelaku secara fisik sebelum pria misterius itu mengeluarkan kapak dari saku belakang celananya. Akibat tindakan agresif pelaku, Indah mengalami cedera pada bagian tangannya.
“Dia mau pukul saya, sama saya keburu ditepis tangannya alhasil kena jari saya sampai bengkak misalah, tapi udah dibenerin sih,” tuturnya menceritakan luka yang dialaminya.
Ketegangan mencapai puncaknya saat rekan-rekan kerja Indah dari toko tempatnya bekerja datang membantu. Bukannya menyerah, pelaku justru semakin kalap dan mengeluarkan senjata tajam untuk menakut-nakuti orang-orang di sekitarnya.
“Mundur, mundur, mundur terus sama teman saya mau ditangkap tuh. Cuman dia pas mau ketangkap dia keburu ngeluarin kapak, sajam,” ujar Indah.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Pantauan dari video yang diberikan langsung oleh korban, terlihat Indah tetap berdiri di jarak yang cukup dekat meskipun pelaku sudah menghunuskan kapaknya.
Beruntung, luka bengkak di jari Indah tidak berujung lebih parah. Ibu satu anak ini mengaku tindakannya tersebut spontan dilakukan demi harga diri dan keamanan pribadinya, mengingat pelaku terus menolak menghapus foto yang diambil secara diam-diam.
Belajar dari kejadian traumatik yang menimpanya ini, Indah menyampaikan aspirasi kuat kepada pihak berwenang dan penyedia jasa transportasi di Sukabumi. Ia berharap ada sistem keamanan yang lebih menjamin penumpang perempuan agar tidak ada ruang bagi pelaku kriminal.
“Kalau dari pelayanan transportasi itu dari keamanan penumpang ya waspada terhadap tindakan kriminal itu di dalam angkot itu. Tidak membiarkan penumpang laki-laki duduk di area khusus wanita Kak. Udah sih gitu aja,” tegas Indah menyampaikan usulannya.
