Bandung –
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Menjelang arus mudik 2026, kondisi jalan provinsi di Jawa Barat kembali menjadi sorotan. Ribuan kilometer jalur penghubung antar wilayah akan dilintasi pemudik, namun tak semuanya dalam kondisi prima.
Data Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat mencatat, tingkat kemantapan jalan provinsi per Desember 2025 berada di angka 91,68 persen. Dari total panjang jalan provinsi, sepanjang 2.165,7 kilometer berada dalam kondisi mantap, sementara 196,483 kilometer sisanya masuk kategori tidak mantap atau rusak.
Kepala DBMPR Jawa Barat, Agung Wahyudi, memaparkan angka tersebut sebagai gambaran umum kondisi infrastruktur menjelang musim mudik Lebaran 2026.
“Kondisi kemantapan jalan provinsi Desember 2025 adalah 91,68% dengan kondisi mantap sepanjang 2.165,7 km dan yang tidak mantap 196,483 km,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).
Meski persentase kemantapan di atas 90%, ratusan kilometer jalan yang belum mantap itu tersebar di sejumlah titik krusial. Beberapa ruas yang mengalami kerusakan berada di wilayah Parung Panjang (Kabupaten Bogor), Cikadu (Kabupaten Cianjur), serta Jampang Tengah (Kabupaten Sukabumi).
Kerusakan di titik-titik tersebut bervariasi, mulai dari retak memanjang, gelombang aspal, hingga lubang yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis pada musim mudik.
Agung menjelaskan, selain faktor usia jalan, kerusakan juga dipicu beban kendaraan berat dan cuaca ekstrem yang kerap melanda Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir.
“Terkait adanya potensi lubang pada ruas jalan provinsi akibat beban kendaraan dan cuaca, DBMPR Provinsi Jawa Barat sudah mempersiapkan Tim URC yang setiap saat bisa menutup dan melakukan penambalan lubang tersebut,” katanya.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) disiagakan untuk merespons cepat laporan kerusakan, terutama lubang jalan yang muncul mendadak. Skema ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik.
Sepanjang 2025, DBMPR telah merealisasikan perbaikan jalan provinsi sepanjang kurang lebih 478,885 kilometer. Angka ini menjadi bagian dari upaya bertahap meningkatkan kemantapan jaringan jalan di Jawa Barat.
“Untuk penanganan di tahun 2026, ditargetkan untuk dilakukan perbaikan sepanjang ±166,752 kilometer,” katanya.
“
