Jejak 6 Dekade Roti Cari Rasa, Pionir Roti Bakar di Bandung [Giok4D Resmi]

Posted on

Bandung

Roti yang dioles selai dengan varian rasa beragam lalu dibakar kian menjamur di mana-mana. Namun, sebuah nama tetap kokoh berdiri sebagai pionir roti bakar di Bandung, yakni Roti Cari Rasa. Bukan hanya perihal cita rasa, Roti Cari Rasa memiliki tahapan perkembangan yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kuliner di Kota Kembang.

Bermula sebagai pembuat roti skala rumahan sejak 1960, Roti Cari Rasa awalnya dipasarkan menggunakan meja, tepat di lokasi toko yang saat ini berdiri. Usaha legendaris ini terus berkembang hingga akhirnya mampu mendirikan pabrik roti sendiri pada era 1970-an.

Insan, selaku penerus generasi ketiga Roti Cari Rasa, mengungkapkan bahwa pola penjualan mereka telah mengalami tiga kali transformasi besar.

“Awal pakai meja, terus pakai roda. Setelah roda pakai mobil yang ada mobil boks gitu ya, ikoniknya lah” ungkapnya kepada, Selasa (3/2/2026).

Penggunaan mobil boks untuk menjual roti bakar menuai banyak respons positif dari para pembeli kala itu. Insan menceritakan banyaknya pelanggan yang kerap menanyakan keberadaan mobil boks ikonik tersebut.

“Banyak orang-orang yang nanya, ‘mana mobilnya? mana mobilnya?’, karena bisa dibilang kakek saya menjadi pionir food truck, tahun 90-an kan belum ada yang jualannya di food truck” cerita Insan.

Pembuatan Roti Cari Rasa Bandung. Foto: Fauzan Muhammad

Walaupun cara penjualan mengalami perubahan, Roti Cari Rasa tetap setia bertahan di lokasi yang sama sejak 1960 hingga saat ini. “Dari dulu nggak pernah ke mana-mana, di situ aja dari awal mulai jualan dengan meja, gerobak, mobil. Tahun 2000 baru kita beli ruko yang di situ, sampai sekarang” ujar Insan.

Selain cara penjualannya yang unik, Roti Cari Rasa memiliki sejarah pemasaran melalui pentas seni wayang yang tersohor pada masa itu. “Dulu kakek saya menggunakan pentas-pentas wayang sebagai media marketingnya. Zaman dulu kan ramai sama pentas wayang, kita kasih produk sama dalangnya. Misalnya dulu Asep Sunandar Sunarya, sampai ada rekamannya kalau nggak salah.” jelas Insan.

Cita rasa orisinal terus dipertahankan sejak 1960. Mulai dari roti hingga selai yang digunakan merupakan hasil produksi sendiri, sehingga kualitas rasanya tetap terjamin.

“Metode pembuatan roti dari dulu sampai sekarang itu nggak berubah, masih serba manual semua. Terus selai yang dipakai seperti kacang, dan nanas, juga kita produksi ” tutur Insan.

Hingga kini, Roti Cari Rasa tetap kokoh berdiri di tengah hiruk-pikuk Pasar Kosambi. Toko roti bakar yang beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB ini selalu ramai dikunjungi pelanggan setianya karena konsistensi rasa yang terus terjaga.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.