Bandung –
Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Rabu (4/2/2026). Mulai dari tabrakan maut di jalan Tol Cipali dan Cisumdawu yang menewaskan 5 orang hingga insinerator di Kota Bandung seluruhnya disegel. Berikut rangkuman Jabar hari ini
1. Kecelakaan Maut di Tol Cipali Tewaskan 3 Orang
Tiga orang tewas dan dua lainnya mengalami luka dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Cipali Km 93.600 Jalur A, Rabu (4/2/2026) pagi sekitar pukul 03.30 WIB. Insiden kecelakaan ini terjadi di Jalan Tol Cipali, tepatnya dari arah Cikopo menuju Palimanan, yang masuk wilayah Kampung Marengmang, Desa Marengmang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Subang Iptu Sahroni mengatakan, dua kendaraan terlibat dalam kejadian ini, yakni minibus Suzuki APV nomor polisi E-1299-VT dan truk yang belum diketahui identitasnya.
“Kendaraan Suzuki APV No Pol E 1299 VT dikemudikan Ahim Suganda mambawa empat orang penumpang datang dari arah barat Cikopo menuju timur Palimanan saat tiba di tol Cipali KM. 93.600 sedang melaju di lajur dua menabrak bagian belakang kendaraan jenis truk yang tidak di ketahui identitasnya yang berada di depannya diarah yang sama,” kata Sahroni dalam keterangannya.
Korban tewas dalam kejadian ini adalah Ahim Suganda (42) dan Ajun Junaedi (26) yang merupakan warga Majalengka, serta Ahmad (40) warga Indramayu. “Akibat laka lantas tersebut pengemudi dan dua berikut dua penumpang meninggal dunia,” ujarnya.
Selain itu, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka, yakni Nanang Dulman (47) dan Adam Maulana (18) yang keduanya merupakan warga Majalengka. Seluruh korban berada dalam satu mobil yang sama. Saat ini, korban luka sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. “Dua orang penumpang mengalami luka dan sudah di bawa ke RS Abdul Radzak Purwakarta untuk menerima perawatan secara medis,” ujarnya.
“Kendaraan yang terlibat laka lantas diamankan di tempat penyimpanan barang bukti KM 92 B,” pungkasnya.
2. Sigra Tabrak Truk di Cisumdawu, 2 Orang Tewas
Kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Pada Selasa (3/2/2026) malam, dua orang dilaporkan tewas usai kendaraannya menabrak truk tronton Fuso.
Informasi dihimpun, kecelakaan yang terjadi di Kilometer 199, wilayah Kecamatan Congeang, Kabupaten Sumedang, ini melibatkan dua kendaraan yang diantaranya kendaraan Daihatsu Sigra dengan nopol B-2813-KOY serta truk tronton Fuso dengan nopol D-9320-AF.
Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumedang Ipda Arief, untuk kronologi kejadian berawal dari kendaraan Daihatsu Sigra yang dikendarai oleh Yopi Yuga Insani ini tengah melintas di jalur Cirebon menurut Bandung.
Arief melanjutkan, sesampainya di TKP diduga sopir Sigra kurang konsentrasi dalam mengemudi hingga akhirnya menabrak bagian belakang dari truk Fuso yang dikendarai oleh Danu Sanjaya.
“Diduga pengemudi Kendaraan Daihatsu Sigra No. Pol B-2813-KOY tidak konsentrasi dalam mengemudi sehingga terjadi menabrak belakang Kendaraan Mitsubishi Truck Tronton Fuso No. Pol D-9320-AF yang sedang melaju di depannya atau melaju di lajur 1 (lajur paling kiri),” ujar Arief kepada, Rabu (4/2/2026).
Akibat kecelakaan ini, Arief mengungkapkan dua orang yang seluruhnya penumpang dari kendaraan Sigra meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara untuk sopir mengalami luka-luka.
“Kejadian tersebut mengakibatkan pengemudi Sigra mengalami luka-luka dan kedua penumpang atas nama Isnaeni, dan Asep Hasanudin meninggal dunia di TKP,” katanya.
“Ketiga korban dilarikan ke RS Cimalaka Sumedang serta kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas mengalami kerusakan,” pungkasnya.
Kecelakaan maut ini sendiri masih dalam penanganan dari pihak Gakkum Satlantas Polres Sumedang. Sekadar informasi, sebelumnya kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia juga terjadi di Tol Cisumdawu, pada Senin (26/1/2026) pekan kemarin. Kecelakaan itu terjadi di Kilometer 179 dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
3. Hari ke-12 Pencarian Korban Longsor Cisarua, 3 Bodypack Ditemukan
Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada hari kedua belas, Rabu (4/2/2026), dilanjutkan. Tim mulai bergerak ke worksite sejak pagi didukung cuaca cerah.
Tak berselang lama, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga kantong jenazah. Ketiga kantong itu sama-sama ditemukan di worksite A3. Kantong jenazah tersebut langsung diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI).
“Progres operasi SAR di hari keduabelas ini, tiga bodypack ditemukan di worksite A3,” kata SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, Rabu (4/2/2026).
Tiga penemuan kantong jenazah di hari kedua belas ini menambah jumlah keseluruhan yang ditemukan sejak hari pertama longsor pada 24 Januari 2026, menjadi 88 kantong jenazah.
“Kemudian ada 66 bodypack yang sudah teridentifikasi berdasarkan laporan dari tim DVI. Saat ini sisanya masih terus diidentifikasi,” kata Ade Dian.
4. Tukar Guling Bandara Kertajati-Husein Masih Tahap Negosiasi
Rencana tukar guling aset Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara terus bergulir. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini menunggu kesepakatan lintas lembaga, baik dengan pemerintah pusat maupun instansi terkait lainnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pembahasan rencana tersebut melibatkan banyak pihak karena menyangkut status hukum dan pengelolaan dua bandara strategis di Jawa Barat.
Pemprov Jabar, kata Dedi, tidak bisa berjalan sendiri dalam mengambil keputusan. Saat ini, kata dia, Pemprov menunggu pembahasan yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan dengan Danantara.
“Kita nunggu nanti kesepakatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah pusat, dengan Kemenhan, dengan Danantara, persoalan bagaimana status Bandara Kertajati dan bagaimana status Bandara Husein,” ujar Dedi, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, kepastian mengenai posisi dan fungsi masing-masing bandara menjadi kunci utama sebelum skema tukar guling bisa diputuskan. Karena itu, koordinasi intensif terus dilakukan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dedi juga mengungkapkan pembahasan lanjutan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Ia bahkan berencana turun langsung untuk membahas rencana tersebut bersama para pemangku kepentingan.
“Kita nunggu. Nanti minggu depan saya mungkin sudah mulai keliling untuk membahas ini,” katanya.
5. Walkot Farhan Pastikan Insinerator di Bandung Setop Beroperasi
Kota Bandung kembali berpotensi menghadapi krisis sampah. Kementerian Lingkungan Hidup telah menyegel dua unit insinerator, mesin pengolah sampah dengan cara dibakar yang berlokasi di TPS Baturengat, Cigondewah karena menimbulkan polutan.
Setelah penyegelan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun buka suara. Ia memastikan Pemkot Bandung akan mematuhi kebijakan Kementerian LH dengan menyegel semua insinerator yang sudah dioperasikan.
“Pertama, Insinerator sudah 100 persen disegel semuanya. Kedua, ada kemungkinan yang sangat besar bahwa pengiriman ke TPA Saremukti akan dikurangi sampai 20 persen lagi,” kata Farhan kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Rabu (4/2/2026).
Di tengah situasi itu, Pemkot Bandung bakal menghadapi masalah baru. Kuota pembuangan ke TPA Saramukti bakal dikurangi 20 persen, dengan kondisi kuota yang tersedia saat ini mencapai 980 ton per hari.
“(Kebijakan pengurangan kuota TPA Sarimukti) Belum tahu. Tapi kita siap-siap antisipasi. Makanya rapim tadi khusus bahas sampah, kalau 20 persen itu tidak bisa kita kirim, kita mau dikemanakan. Kan tadinya mau kita olah melalui insinerator. Tapi nggak boleh,” beber Farhan.
Untuk itu, Pemkot Bandung saat ini sedang memutar otak untuk menghadapi ancaman krisis sampah. Farhan bahkan menargetkan solusinya bisa selesai dimatangkan dalam waktu sepekan.
“Jadi kita sedang-sedang mencari alternatif-alternatif lain yang mesti selesai dalam waktu seminggu ini, udah ketahuan mesti diapain salah satunya yang paling utama adalah melibatkan semua anggota masyarakat terutama lewat program Gaslah.
Farhan sempat ditanya soal rencana pengiriman sampah ke Bekasi melalui teknologi refuse-derived fuel (RDF). Rencana ini tak menemui masalah, dan anggaran penambahan insinerator pada 2026 nantinya akan digeser untuk kebutuhan tersebut.
“Hanya RDF yang paling memungkinkan dalam waktu cepat kurang dari sebulan yang langsung operasional. Nanti anggaran yang seharusnya untuk beli Insinerator, kita geser ke sana. Tapi ada beberapa regulasi yang harus kita penuhi dulu,” ucapnya.
“Intinya kita masih akan mengolah dulu hari ini tergantung hasil rapat, nanti saya jam 2 balik lagi ke sini sekalian ngebahas masalah titik-titik yang perlu kita jadikan perhatian untuk pengolahan sampah,” pungkasnya.
