Bandung –
Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Rabu, 11 Maret 2026 dari mulai bocah di Ciamis hilang usai mengejar balon ke saluran air hingga bangunan tempat produksi mebel di kawasan industri Cibolerang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung terbakar.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Bocah Hilang Usai Kejar Balon di Ciamis
Suasana di kawasan Perumahan Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, mendadak mencekam pada Selasa (10/3) malam. Seorang bocah laki-laki bernama Arkenan (5) dilaporkan hilang misterius setelah diduga mengejar balon yang terbawa angin ke arah saluran air menuju Sungai Ciluncat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan warga, anak itu terakhir terlihat sekitar pukul 15.17 WIB saat mengejar balon yang terbang terbawa angin hingga mendekati saluran air.
“Menurut informasi dari warga, sekitar pukul 15.17 WIB anak tersebut terlihat mengejar balon yang terbawa angin hingga ke arah saluran air yang mengarah ke Sungai Ciluncat. Setelah itu keberadaannya tidak lagi diketahui,” ujar Ani hari ini.
Kabar hilangnya bocah tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan sekitar. Hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, Arkenan belum juga kembali ke rumah. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan pemerintah setempat.
Warga bersama aparat setempat langsung bergerak menyisir kawasan Lembah Medina. Upaya pencarian difokuskan di sejumlah titik lokasi terakhir korban terlihat, termasuk menyusuri saluran air yang bermuara ke Sungai Ciluncat.
Ani mengatakan, laporan kejadian tersebut juga diterima melalui pesan WhatsApp dari kerabat korban. Setelah menerima informasi itu, BPBD Ciamis segera berkoordinasi dengan aparat setempat serta pihak kepolisian.
“Setelah mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan aparat wilayah dan kepolisian untuk melakukan kaji cepat di lokasi serta membantu proses pencarian,” katanya.
Sejumlah personel Bhabinkamtibmas Polsek Ciamis dan tim Inafis Polres Ciamis turut mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu upaya pencarian bersama warga.
Hingga kini bocah 5 tahun itu masih belum ditemukan. Proses pencarian pun terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. “Pada hari ini, Rabu (11/3), kami kembali melakukan pencarian,” pungkas Ani.
Sanca Teror Warga Kalimanggis Kuningan
Suasana sahur yang biasanya tenang di Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuninganmendadak pecah oleh kegaduhan dari arah belakang rumah warga hari ini.
Badri (55), pemilik rumah, awalnya tengah bersiap menyantap sahur ketika mendengar suara ayam-ayam peliharaannya ribut tidak seperti biasanya dari arah kandang yang berada di dekat rumahnya. Karena khawatir, ia pun memutuskan untuk memeriksa sumber suara tersebut.
Namun setibanya di kandang, Badri justru mendapati pemandangan mengejutkan. Seekor ular sanca sepanjang sekitar tiga meter terlihat sedang melata dan memangsa ayam ternaknya.
Panik melihat predator besar berada begitu dekat dengan rumah, Badri langsung menghubungi petugas UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan.
“Saat akan makan sahur, Badri mendengar suara berisik di kandang ayam dekat rumahnya. Setelah dicek ternyata ada seekor ular sanca yang sedang memakan ayam. Khawatir akan berbahaya kepada warga, kemudian Badri melaporkan kejadian tersebut ke call center UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan penanganan,” ujar Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusuma.
Menanggapi laporan tersebut, petugas Damkar langsung menerjunkan empat personel ke lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, ular sanca tersebut masih berada di dalam kandang ayam.
Meski ukuran ular cukup besar, proses evakuasi berlangsung cepat tanpa kendala berarti. Petugas berhasil menangkap dan mengamankan ular tersebut dalam waktu sekitar 10 menit.
“Tidak ada hambatan berarti dalam penanganan. Setibanya anggota di lokasi, langsung melakukan evakuasi ular yang telah memakan satu ekor ayam. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Panjang ularnya sekitar 3 meter,” kata Arga.
Ular tersebut diduga berasal dari area kebun yang berada di sekitar permukiman warga. Setelah berhasil ditangkap, ular sanca itu kemudian diamankan ke markas Damkar.
Damkar Kuningan mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan area kebun atau habitat alami ular.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang yang berpotensi menjadi akses masuk ular, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan.
Kobra Muncul di Dapur Rumah Warga
Suasana malam Ramadan di Dusun Sukahurip, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mendadak geger. Seekor ular king kobra muncul di dalam rumah warga dan bersembunyi di dapur pada Selasa (10/3) malam.
Peristiwa tersebut menimpa Julaeha (51), warga setempat. Ia pertama kali menyadari keberadaan ular berbisa itu saat mendengar suara berisik dari arah dapur rumahnya.
Saat diperiksa, sumber suara ternyata berasal dari bawah tumpukan kardus. Julaeha terperanjat melihat seekor ular berwarna hitam yang diidentifikasi sebagai king kobra di dapurnya. Lantaran khawatir membahayakan penghuni rumah, Julaeha segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Pos WMK Damkar Banjarsari.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat membenarkan temuan ular king kobra di dapur rumah warga tersebut. Usai menerima laporan, petugas meluncur ke lokasi sekitar pukul 22.10 WIB untuk melakukan penanganan. Ular berbisa dengan panjang sekitar 1,5 meter itu ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan kardus.
“Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat jenis ular tersebut merupakan king kobra (Ophiophagus hannah), salah satu ular berbisa dan mematikan. Proses evakuasi berlangsung aman dengan waktu sekitar 20 menit,” ujar Budi hari ini.
Budi menyebut, kemunculan ular berbisa di kawasan permukiman warga bukanlah hal baru, terutama saat memasuki musim pancaroba.
“Perubahan cuaca dan aktivitas manusia di sekitar habitat alami sering membuat satwa liar berpindah tempat untuk mencari tempat yang lebih hangat atau sumber makanan,” ujar Budi.
Ia pun meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang bermukim di dekat area perkebunan, sawah, atau semak belukar yang berpotensi menjadi sarang ular.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati. Jika menemukan hewan berbahaya seperti ular, segera laporkan ke petugas Damkar agar bisa ditangani dengan aman,” katanya.
Saat ini, ular king kobra tersebut telah diamankan oleh petugas. Meski nihil korban jiwa dalam kejadian itu, kemunculan ular berbisa di permukiman sempat memicu kekhawatiran warga sekitar. Fenomena serupa diketahui bukan kali pertama terjadi di wilayah Ciamis dalam beberapa waktu terakhir.
Kebakaran Pabrik Mebel di Babakan Ciparay
Kebakaran melanda bangunan tempat produksi mebel di kawasan industri Cibolerang, tepatnya di Gang Kurdi, Kelurahan Margasuka, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung, siang tadi.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB, petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung masih berjibaku memadamkan api yang membakar bangunan tersebut.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran terlihat hilir mudik keluar-masuk lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman sekaligus mengambil pasokan air dari luar kawasan.
Meski petugas telah melakukan penyemprotan, kepulan asap hitam masih terus membumbung tinggi ke udara dari area bangunan yang terbakar.
Salah seorang warga sekitar, Iwan, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB lebih dan diduga berasal dari bangunan tempat produksi mebel.
“Kejadiannya tadi jam 12 lebih, sumber di tempat mebel,” kata Iwan di lokasi.
Menurutnya, api sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. “Katanya merembet ke gudang plastik,” ujarnya.
Selain petugas damkar, sejumlah ambulans dari Palang Merah Indonesia Kota Bandung juga terlihat bersiaga di sekitar lokasi kejadian.
Ari Wibowo Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Jepara
Jenazah seorang nelayan asal Kabupaten Indramayu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Pulau Biawak akhirnya ditemukan di perairan Jepara, Jawa Tengah.
Kasat Polairud Polres Indramayu AKP Asep Suryana mengatakan bahwa jenazah tersebut ditemukan pada Senin (9/3/2026) di perairan Jepara, setelah ditemukan oleh nelayan setempat yang kemudian melapor ke pihak kepolisian.
Petugas gabungan yang terdiri dari nelayan, kepolisian, serta Basarnas Jawa Tengah mengevakuasi jenazah tersebut ke RSUD Kartini Jepara. “Setelah dilakukan koordinasi dengan Basarnas Jawa Tengah, Sat Polairud Polres Jepara serta pihak RSUD Kartini Jepara, jenazah tersebut dikenali oleh pihak keluarga dari ciri-ciri yang ada pada tubuh korban,” kata Asep dalam keterangannya kepada, hari ini.
Korban diketahui bernama Ari Wibowo (23), nelayan yang berdomisili di Kelurahan Margadadi Blok Kalenyamin, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Identifikasi diperkuat dengan temuan ciri khusus berupa tato di tangan kiri, gelang di tangan kanan, serta pakaian yang dikenakan korban.
Asep menjelaskan Ari Wibowo merupakan salah satu dari empat nelayan yang hilang setelah perahu KM Almujib 6 GT yang mereka tumpangi tertabrak kapal tongkang di Perairan Pulau Biawak, Indramayu, pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, perahu nelayan itu mengangkut delapan orang kru. Dua orang berhasil selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan empat lainnya dilaporkan hilang, termasuk Ari Wibowo.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Tim SAR sebelumnya telah melakukan pencarian selama tujuh hari di Perairan Pulau Biawak hingga perbatasan Cirebon dan Jawa Tengah. Namun, korban tak kunjung ditemukan hingga akhirnya Basarnas Cirebon menerima informasi penemuan jenazah tanpa identitas di perairan Jawa Tengah yang kemudian dievakuasi ke RSUD Kartini Jepara.
“Kondisi jenazah masih dapat dikenali oleh keluarga dari tato, gelang, serta pakaian yang dikenakan korban,” ujar Asep.
Saat ini personel Sat Polairud Polres Indramayu mendampingi keluarga korban dalam proses pengambilan jenazah di RSUD Kartini Jepara untuk dibawa ke rumah duka di Kabupaten Indramayu.
