Ini Sosok Pewaris Takhta Kim Jong Un di Korea Utara baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Jakarta

Di tengah ketertutupan rezim Korea Utara, satu sosok remaja perlahan muncul ke permukaan panggung kekuasaan. Ia bukan pejabat partai, bukan pula jenderal militer. Ia adalah putri pemimpin tertinggi negeri itu, Kim Ju Ae, yang kini disebut-sebut sebagai calon penerus takhta dinasti Kim.

Kabar mengenai penunjukan tersebut mencuat setelah pengarahan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) kepada parlemen. Melansir, informasi itu disampaikan anggota parlemen Lee Seong-kweun, yang menyebut lembaganya menilai Ju Ae telah ‘secara jelas ditunjuk sebagai penerus’ oleh sang ayah, Kim Jong Un.

Penilaian tersebut bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, kemunculan Ju Ae di ruang publik meningkat tajam. Ia tak lagi sekadar anak yang berdiri di sisi ayahnya, melainkan mulai hadir dalam agenda-agenda strategis, dari kegiatan militer hingga seremoni kenegaraan.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika ia tampil bersama ayahnya memberi penghormatan di Istana Matahari Kumsusan, kompleks persemayaman pendiri Korea Utara Kim Il Sung dan penerusnya Kim Jong Il.

Kemunculan itu dipandang para analis sebagai simbol kuat legitimasi garis keturunan.

Sosok Ju Ae

Dilansir berbagai sumber termasuk BBC dan Independent, Kim Ju Ae diyakini berusia sekitar 13 tahun. Ia merupakan putri dari Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju.

Menariknya, dunia pertama kali mengetahui keberadaan Ju Ae bukan dari media Korea Utara, melainkan dari mantan bintang basket Amerika Serikat, Dennis Rodman. Usai kunjungannya ke Pyongyang pada 2013, Rodman mengungkapkan kepada The Guardian bahwa ia pernah menggendong bayi Ju Ae.

“Saya menggendong bayi mereka, Ju Ae, dan juga berbicara dengan (istri Kim),” ujarnya saat itu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan putrinya Ju Ae meninjau Hotel Mihyong di Samjiyon di kawasan wisata Provinsi Ryanggang pada 20 Desember 2025. Foto: AFP/STR

Selebihnya, masa kecil Ju Ae nyaris tak tersentuh sorotan. Intelijen Korea Selatan menyebut ia tidak terdaftar di lembaga pendidikan formal dan menjalani pendidikan rumah (home schooling) di Pyongyang.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Dalam laporan tertutup, NIS juga mengungkap sejumlah sisi personalnya, mulai dari hobi berkuda, berenang, hingga bermain ski. Bahkan, Kim Jong Un disebut sangat bangga dengan kemampuan berkuda putrinya.

Dari Anak Pendiam ke Simbol Negara

Ju Ae pertama kali diperkenalkan ke publik Korea Utara pada 2022, saat ia tampil di televisi pemerintah mendampingi ayahnya meninjau rudal balistik antarbenua. Ia menggenggam tangan Kim Jong Un, gambar yang langsung menyebar ke seluruh dunia.

Sejak saat itu, intensitas kemunculannya meningkat. Media pemerintah, yang biasanya sangat hemat menyebut identitas keluarga pemimpin, mulai memberi julukan simbolik kepadanya seperti “yang dicintai”, “yang dihormati”, hingga “tokoh besar yang membimbing”.

Penampilannya pun sarat makna visual. Ia kerap tampil dengan rambut panjang, gaya yang sebenarnya dilarang bagi anak seusianya di Korea Utara, serta mengenakan busana rancangan desainer yang tak terjangkau warga kebanyakan.

Dalam satu foto resmi pada November 2023, Ju Ae ditempatkan di bagian depan, sementara Kim Jong Un berada di latar belakang. Bagi pengamat Korea Utara, komposisi semacam itu bukan kebetulan, melainkan sinyal simbolik yang sangat terukur.

Momen lain yang mencuri perhatian terjadi pada perayaan malam Tahun Baru 2024 di stadion Pyongyang. Di hadapan publik, Kim Jong Un dan putrinya saling mencium pipi, gestur langka yang menampilkan sisi personal sang pemimpin.

Belakangan, posisi Ju Ae dalam berbagai foto juga berubah. Ia tak lagi berjalan di belakang, melainkan sejajar di samping ayahnya, bahkan tampak lebih tinggi. Dalam budaya visual propaganda Korea Utara, posisi berdiri memiliki bobot simbolis yang besar.

Ia juga mulai mendampingi ayahnya menerima pejabat asing dan ditempatkan di atas para ajudan senior dalam liputan media pemerintah.

Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade melalui kultus “garis keturunan Paektu”, narasi ideologis yang menempatkan keluarga pemimpin sebagai pewaris sah revolusi.

Karena itu, kemunculan Ju Ae bukan sekadar soal keluarga, melainkan bagian dari konstruksi politik jangka panjang.
Meski demikian, ia bukan satu-satunya perempuan berpengaruh di lingkar kekuasaan. Bibi Ju Ae, Kim Yo Jong, saat ini memegang posisi senior di Komite Sentral Partai Buruh Korea dan dikenal memiliki pengaruh kuat dalam pemerintahan.

Artikel ini sudah tayang di