Tasikmalaya –
Suasana perkampungan yang hening mendadak riuh dan mencekam, Sabtu Siang (7/2/2026). Jerit tangis hingga kepanikan memecah sunyi alam pedesaan di Kampung Leuwigede, Desa Karangmekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.
Penyebabnya, ledakan keras terdengar dari rumah Sansan Nurhasanah (35). Dua orang anak seketika keluar rumah dalam keadaan terluka cukup parah.
Seluruh kaca rumah pecah, beberapa bagian atap ambruk. Bahkan, terdapat bagian rumah yang hancur porak poranda. Dua rumah tetangga yang berdekatan turut rusak. Kacanya pecah berserakan.
“Saya mau istirahat siang. Tiba-tiba dengar suara ledakan keras. Kaget keluar rumah taunya lihat anak korban sudah berdarah-darah,” kata Saksi Ai di lokasi kejadian.
Para tetangga bergegas menolong korban. Keduanya dibawa menuju Puskesmas Karangnunggal untuk jalani penanganan medis. Petugas Kepolisian dari Sektor Karangnunggal turun tangan mendatangi lokasi. Sejumlah saksi dimintai keterangan.
Hasil penyelidikan, ledakan terjadi dari setrika uap yang menggunakan tenaga tabung gas. “Dugaan ledakan dari setrika uap,” kata Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat.
Setrikaan uap saat itu tengah digunakan menyetrika pakaian dari pekerja laundry rumahan. Diduga kekurangan air hingga ledakan setrika uap terjadi.
“Jadi dugaannya setrika uap ini kehabisan air, hingga panas berlebih dan jadilah ledakan,” kata Jaja Hidayat.
Akibat kejadian ini dua orang anak terluka karena serpihan kaca. Tiga rumah termasuk rumah korban rusak sedang. “Ada yang terluka anak anak. Dan rumah lumayan alami kerusakan. Petugas kami sudah pasang garis polisi,” ucap Jaja Hidayat.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Pihak Kepolisian mendalami peristiwa ini guna memastikan penyebab ledakan. Setrika uap yang rusak serta satu buah tabung LPG turut diamankan.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab meledaknya tabung gas setrika uap tersebut. Penanganan korban juga diprioritaskan.
Warga mulai membersihkan pecahan kaca rumah yang pecah. Mereka bahu membahu membantu tetangganya. “Kondisi di perkampungan sudah aman kembali. Masyarakat membantu membersihkan rumah yang terdampak,” kata Jaja Hidayat.
