Cimahi –
Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk mengisi waktu luang bersama keluarga atau teman. Wisata alam seperti gunung sering menjadi rekomendasi, tetapi pilihan gunung kadang tidak ramah anak dan mempunyai jalur yang cukup sulit. Jawa Barat menghadirkan banyak wisata alam, termasuk gunungnya yang begitu indah. Jawa Barat juga memiliki banyak gunung yang relatif mudah untuk didaki bagi pemula, terutama jika ingin mengajak istri dan buah hati.
Gunung Padakasih bisa menjadi rekomendasi gunung dengan jarak tempuh yang pendek dan jalur yang mudah. Berlokasi di Cibeber, Kota Cimahi, Gunung Padakasih menawarkan pemandangan perkotaan. Walaupun belum banyak orang tahu, Gunung Padakasih menyajikan pemandangan kota yang indah. Kamu dapat melihat berbagai gedung ikonik di Jawa Barat seperti Masjid Raya Al Jabbar dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Jarak menuju puncak relatif pendek, dengan ketinggian hanya 951 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jika dihitung, perjalanan menuju puncak hanya berkisar 20 menit. Dengan jarak tempuh yang singkat, Gunung Padakasih cocok bagi pemula dan menjadi gunung yang ramah untuk keluarga. Jalur yang mudah dan kondisi cuaca yang cukup bersahabat menjadikan Gunung Padakasih kini mulai diincar oleh para pengunjung.
Gunung Padakasih masih tergolong jarang dikunjungi karena masih sedikit yang mengetahui keberadaannya di Kota Cimahi. Salah satu pengelola, Rizki mengatakan, gunung tersebut memang baru dibuka secara resmi. Pasalnya, lokasi tersebut dulunya merupakan area tambang dan tidak bisa dilalui secara umum. Namun, setelah aktivitas pertambangan di sana berhenti beroperasi, Gunung Padakasih berubah menjadi lokasi wisata.
Karena statusnya yang masih baru, fasilitas yang tersedia pun masih terbatas. Walaupun begitu, hal-hal prioritas seperti SIMAKSI maupun penyediaan area parkir sudah tersedia di sana. Setelah pembukaannya secara umum, arus pengunjung ke Gunung Padakasih memang tidak terlalu ramai, tetapi setiap harinya selalu ada yang datang.
“Iya kang, ini masih baru. Dulunya masih belum terkelola dengan baik. Baru banget Desember tahun lalu dibuka. Alhamdulillah ada saja yang berkunjung baik anak-anak hingga dewasa,” ucap Rizki.
Karena jalurnya yang pendek, tidak jarang Gunung Padakasih dikunjungi oleh anak-anak bersama orang tua mereka. Mengingat jarak menuju puncak kurang dari satu jam dan area yang terbatas, pengunjung jarang datang dengan niat untuk berkemah. Hal tersebut telah diketahui oleh Rizki sebagai pengelola, sehingga tidak ada pemberlakuan operasional selama 24 jam.
“Memang jarang kalau masuk ke sini untuk menginap. Biasanya didatangi oleh orang yang ingin olahraga seperti lari atau sering juga rombongan anak remaja yang hanya sekadar melihat pemandang,” ungkap Rizki.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Untuk biaya masuk hanya Rp 5.000 per orang, relatif murah jika dibandingkan biaya Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) di pegunungan lain di Jawa Barat yang telah lebih dulu populer. Area Gunung Padakasih masih akan terus dibenahi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Untuk saat ini, pengelola area memang belum melakukan perbaikan yang signifikan.
Pemandangan yang menarik meninggalkan kesan positif bagi pengunjungnya. Salah satunya Wijaya, yang merasa Gunung Padakasih punya keindahan yang tidak kalah dengan gunung lainnya. Pemandangan kota dari atas Gunung Padakasih begitu bagus dan unik. Wijaya bersama temannya awalnya menemukan lokasi ini melalui Google Maps. Tak ingin memendam rasa penasaran, ia segera menuju ke lokasi.
“Sebagai gunung dengan jarak yang pendek, ini (Gunung Padakasih) mempunyai suasana yang sejuk dan indah. Satu yang saya perhatikan ialah ada mata air, menurut saya bagus sih. Awalnya saya lihat di Google Maps dan saya coba telusuri,” ujar Wijaya.
Wijaya datang ke sini karena ingin berolahraga ringan. Pasalnya, ia memang gemar mendaki gunung yang tinggi. Karena waktu libur di pondok pesantren terbatas, ia memilih opsi Gunung Padakasih yang relatif mudah dan pendek. Ia ingin berkeringat sekaligus bercengkerama bersama teman di Gunung Padakasih yang sejuk. Tentu ia berharap tempat ini bisa ditingkatkan lagi dari segi fasilitas hingga pengelolaan keamanan.
“Hal terpenting kenapa saya ke sini karena memang awalnya ingin olahraga. Kenapa tidak memilih gunung yang lain? biasanya jaraknya tinggi sehingga harus melakukan persiapan yang matang, sedangkan saya hanya punya libur hari ini saja. Kalau saya berharap gunung ini dikenal banyak orang dan fasilitasnya ditingkatkan lagi seperti tempat sampah yang ditingkatkan lagi,” katanya.
