Gas elpiji 3 kilogram (kg) meledak di Kampung Cipari RT 03/RW 02, Desa Girimukti, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jumat (28/11/2025). Akibatnya, enam orang luka-luka, tiga di antaranya adalah anak-anak.
Informasi yang dihimpun infoJabar, peristiwa tersebut terjadi pada petang sekitar pukul 17.15 WIB di warung batagor milik Wendi (37) dan Sela (31), sepasang suami istri.
Awalnya, pemilik warung mendapati tabung gas bocor. Tabung itu lalu dilepas dan dibawa ke toilet, kemudian ditutup menggunakan kain basah agar gas tidak menyebar. Pemilik warung pun menyalakan kembali kompor untuk memasak menggunakan tabung gas yang baru.
“Jadi saya kebetulan ada di sekitar lokasi, nah saya sempat lihat penjaga warung itu lagi masak di dua kompor. Lalu katanya salah satu gasnya bocor, kemudian diganti gas yang baru, dan awalnya masih aman saja tidak terjadi apa-apa,” ujar Intan Mustika (25), warga sekitar.
Namun tidak lama kemudian, api dari kompor tiba-tiba membesar dan menyambar ke bagian dapur, tempat tabung gas yang bocor itu diletakkan.
“Jadi tadi itu katanya tabung gas yang bocor sudah diamankan dulu, tapi karena kompornya dua, dan salah satu kompornya masih menyala, hingga tiba-tiba ada ledakan yang melukai penjaga warung dan korban lainnya yang ada di lokasi,” kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Sindangbarang AKP Dadang Rustandi mengungkapkan, peristiwa yang dipicu gas bocor tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka bakar, terdiri dari sepasang suami istri, tiga anak-anak, dan seorang pemuda.
“Korban luka bakar dalam kejadian itu, yaitu Wendi (37), penjaga warung yang mengalami luka bakar serius di bagian tubuhnya sebesar 50 persen, dan Sela (31) 45 persen. Rahmat (22) mengalami luka bakar 15 persen. Sementara tiga orang anak yakni Syaher (10) dengan luka bakar 36 persen, Alfahrezi (11) 15,5 persen, dan Ajka (9) 15,5 persen,” kata dia.
Menurut dia, keenam korban sudah dievakuasi ke RSUD Sindangbarang untuk menjalani perawatan intensif. “Saat ini semua korban sudah mendapatkan pertolongan medis,” pungkasnya.
