Bogor –
Polres Bogor mengungkap motif pembunuhan pasangan suami istri asal Pakistan di Kampung Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang dilakukan oleh karyawan korban. Pelaku berusia 22 tahun itu mengaku nekat menghabisi nyawa atasannya karena sakit hati yang dipendam selama bekerja.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan, dari pemeriksaan awal diketahui pelaku merasa kerap diperlakukan tidak adil.
“Motif sementara adalah sakit hati. Pelaku mengaku sering dituduh mencuri dan dimarahi oleh korban,” ujar Wikha di Mapolres Bogor, Selasa (3/3/2026).
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Menurut Wikha, pelaku telah bekerja sekitar tiga tahun di toko milik korban. Selama itu pula, ia mengaku menyimpan rasa kesal yang tidak terselesaikan.
“Pengakuannya, ia merasa diperlakukan tidak baik dan itu menimbulkan dendam,” kata Wikha.
Dendam itu kemudian berubah menjadi niat. Pelaku datang ke rumah korban lebih awal, membawa golok dan senapan angin. Ia menunggu hingga korban pulang sebelum melakukan serangan. Polisi menilai tindakan tersebut menunjukkan adanya perencanaan.
“Pelaku masuk sejak sore(Minggu, 1/3/2026) dan menunggu korban kembali. Itu bukan perbuatan spontan, melainkan sudah ada niat sebelumnya,” ujar Kapolres.
Setelah melakukan pembunuhan, pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan membawa dua jasad korban ke Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Ia juga mengambil uang dari toko korban sebelum akhirnya ditangkap polisi kurang dari 12 jam sejak laporan diterima.
Meski motif utama disebut karena sakit hati, penyidik masih mendalami kemungkinan faktor lain yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi dan menggali keterangan pelaku secara komprehensif,” kata Wikha.
