Cimahi –
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Publik digegerkan dengan tewasnya seorang pria yang melompat dari Flyover Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati), Kota Bandung, Selasa (10/2/2026) pagi.
Belakangan diketahui, pria yang diduga mengakhiri hidupnya itu merupakan seorang pelajar SMK di Kota Cimahi berinisial R (17). Ia merupakan siswa kelas XII di sekolah tersebut.
Di mata para guru, R dikenal sebagai sosok yang tidak bermasalah. Ia termasuk siswa yang berperilaku baik dengan nilai akademik yang memuaskan. Tak ada indikasi R akan mengakhiri hidup dengan cara tragis tersebut.
“Almarhum termasuk siswa yang tidak bermasalah. Dia sopan dan santun gitu ya terhadap guru maupun temannya. Lalu motivasi belajar almarhum ini tinggi, karena hari Jumat saja masih sekolah. Untuk pelajaran ingin selalu mengikuti, dia tidak mau tertinggal sebetulnya,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMK tempat korban bersekolah, Siti Darajat saat ditemui, Rabu (11/2/2026).
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Tidak hanya hubungan dengan guru, jejak baik juga terjaga antara R dengan teman-teman sekolahnya. Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, tidak ada perubahan sikap yang ditunjukkan R sebelum kejadian.
“Siswa ini juga tidak ada konflik bersama teman-temannya gitu. Dari pergaulan dengan teman-temannya baik dan akrab, itu kami dapat dari pengakuan teman-temannya langsung,” ucap Siti.
Namun, sebuah fakta terungkap berdasarkan hasil konseling beberapa waktu lalu. Di sela-sela kewajibannya menuntut ilmu, R ternyata menyempatkan diri mencari penghasilan tambahan dengan menjadi pengemudi ojek.
“Ya dia juga ngojek, katanya untuk membantu ekonomi keluarga. Tapi kalau melihat hal itu, dia selama ini tidak ada kendala biaya,” kata Siti.
Pihak sekolah sangat terpukul mendengar kabar kematian R. Sehari sebelum kejadian, R memang tidak masuk sekolah sehingga sempat ditelusuri oleh pihak sekolah.
“Karena sudah kelas XII, jadi wali kelas itu menelusuri ke orangtua kenapa siswa tidak masuk termasuk anak ini. Kata orangtuanya R ada di rumahnya, kemudian kita minta tolong orangtuanya supaya mengingatkan anaknya hadir karena sudah kelas XII,” kata Siti.
Pada hari kejadian, pihak sekolah menerima kabar dari kakak korban bahwa adiknya meninggal dunia di Flyover Pasupati. Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh warga sekolah hingga media sosial.
“Orangtua menyampaikan ke kita demikian (kecelakaan), dan kami berpatokan pada hal tersebut. Kami hanya tahu bagaimana anak tersebut di sekolah, tapi tidak tahu pasti bagaimana kondisi dia di luar sekolah dan di rumah. Untuk komunikasi kami dengan orangtuanya juga baik, menurut kami tidak ada hal yang aneh,” ujar Siti.
Video Gen Alpha Disebut Lebih Rentan Depresi, Kenapa?“
