Pemerintah Kabupaten Cianjur kini memiliki tiga ruas jalan baru di wilayah perkotaan. Hal ini terjadi setelah tiga jalan nasional resmi dilimpahkan statusnya menjadi jalan kabupaten.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Eri Rihardiar mengatakan tiga ruas jalan yang awalnya berstatus jalan nasional tersebut adalah Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Prof Moch Yamin, dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
“Tiga jalan itu awalnya jalan nasional, tetapi kini dilimpahkan ke kabupaten. Jadi statusnya resmi menjadi jalan kabupaten,” ujar Eri, Selasa (13/1/2025).
Menurutnya, pelimpahan tiga ruas jalan di kawasan perkotaan Cianjur itu dilakukan seiring adanya jalan nasional baru, yakni Jalur Lingkar. Dengan adanya jalur tersebut, fungsi jalan nasional dialihkan sehingga jalan di dalam kota diserahkan pengelolaannya ke daerah.
“Jalur Lingkar kini menjadi jalan nasional, sehingga tiga jalan di perkotaan ini menjadi aset baru milik kabupaten,” tuturnya.
Eri menjelaskan, peralihan status jalan tersebut memudahkan Pemkab Cianjur dalam melakukan penataan kawasan tanpa harus terbentur birokrasi pusat. “Sebelumnya, penataan atau perbaikan jalan harus seizin pemerintah pusat dengan prosedur yang panjang. Sekarang jauh lebih mudah untuk ditata dan diperbaiki,” jelasnya.
Pascapelimpahan ruas jalan tersebut, Pemkab Cianjur langsung mengebut penataan trotoar. Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi titik pertama yang dilakukan perombakan.
Sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 200 meter yang semula hanya berupa pasir dan kerikil kini berubah menjadi jalur pedestrian yang cantik. Lampu hias Gentur khas Cianjur turut dipasang sebagai pelengkap estetika, membuat jalur yang semula gelap saat malam hari kini menjadi terang dan indah.
Eri Rihardiar menyebutkan pengerjaan trotoar di jalan yang baru diterima Pemkab Cianjur itu menelan anggaran hingga Rp 2 miliar. “Total 200 meter trotoar yang dibangun, lengkap dengan berbagai ornamen penghiasnya,” kata dia.
Ia juga mengklarifikasi kabar mengenai hilangnya beberapa lampu hias di lokasi tersebut. Eri menegaskan bahwa lampu-lampu itu bukan hilang dicuri, melainkan sedang diperbaiki oleh teknisi.
“Sebenarnya pengerjaan sudah rampung, tapi ada 11 lampu yang harus diperbaiki. Jadi bukan hilang diambil orang, melainkan sedang dalam pemeliharaan,” tegasnya.
Eri menambahkan, penataan rencananya akan terus dilanjutkan di sepanjang tiga ruas jalan tersebut secara bertahap. “Rencananya seluruh ruas jalan tersebut akan ditata trotoarnya agar nyaman bagi pejalan kaki, mengingat jalur itu merupakan salah satu urat nadi perekonomian di Cianjur,” pungkasnya.
Kebut Penataan Trotoar
Pascapelimpahan ruas jalan tersebut, Pemkab Cianjur langsung mengebut penataan trotoar. Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi titik pertama yang dilakukan perombakan.
Sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 200 meter yang semula hanya berupa pasir dan kerikil kini berubah menjadi jalur pedestrian yang cantik. Lampu hias Gentur khas Cianjur turut dipasang sebagai pelengkap estetika, membuat jalur yang semula gelap saat malam hari kini menjadi terang dan indah.
Eri Rihardiar menyebutkan pengerjaan trotoar di jalan yang baru diterima Pemkab Cianjur itu menelan anggaran hingga Rp 2 miliar. “Total 200 meter trotoar yang dibangun, lengkap dengan berbagai ornamen penghiasnya,” kata dia.
Ia juga mengklarifikasi kabar mengenai hilangnya beberapa lampu hias di lokasi tersebut. Eri menegaskan bahwa lampu-lampu itu bukan hilang dicuri, melainkan sedang diperbaiki oleh teknisi.
“Sebenarnya pengerjaan sudah rampung, tapi ada 11 lampu yang harus diperbaiki. Jadi bukan hilang diambil orang, melainkan sedang dalam pemeliharaan,” tegasnya.
Eri menambahkan, penataan rencananya akan terus dilanjutkan di sepanjang tiga ruas jalan tersebut secara bertahap. “Rencananya seluruh ruas jalan tersebut akan ditata trotoarnya agar nyaman bagi pejalan kaki, mengingat jalur itu merupakan salah satu urat nadi perekonomian di Cianjur,” pungkasnya.
