Pangandaran –
Angka kecelakaan laut di Pantai Pangandaran meningkat pada 2025 dibanding 2024. Sebanyak sembilan korban dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam dan jenis insiden lainnya.
Kondisi ini menjadi atensi pimpinan daerah dalam memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Pengawasan kini diperketat seiring prediksi meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan manajemen wisata menjadi fokus pemerintah dalam menyambut libur Lebaran tahun ini. Hal itu terutama menyangkut keselamatan dan keamanan wisatawan yang berenang di pantai.
“Karena tahun kemarin banyak kejadian, tentu saya ingatkan semua stakeholder, terutama Disparbud, untuk memastikan kenyamanan wisatawan di Pangandaran terjaga dengan baik,” ucap Citra usai rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral menyambut libur Lebaran, Kamis (12/3/2026).
Ia mengatakan kejadian yang terjadi sebelumnya, seperti di Pasir Putih saat wisatawan terseret arus, harus bisa diantisipasi dan dihindari sejak dini. Untuk itu, ia mengaku sudah mengarahkan SKPD terkait agar bekerja dengan baik di lapangan.
Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, mulai dari Balawista, Basarnas, hingga pelaku wisata agar senantiasa saling menjaga. Citra memprediksi lonjakan wisatawan akan terjadi pada libur Lebaran mendatang.
“Karena saat momen lebaran nanti, pemudik, warga lokal dan wisatawan dalam satu tempat berkumpul. Tentu lonjakan akan sangat terlihat,” katanya.
Pihaknya akan menambah spanduk imbauan di lokasi larangan berenang dan memantau zona merah lainnya. “Karena keterbatasan personil lifeguard, kami meminta bantuan pelaku usaha wisata untuk saling mengingatkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potowari mengatakan atensi terbesar yang paling krusial yaitu keselamatan wisatawan dalam melakukan aktivitas di area wisata. “Tentu melihat kejadian tahun sebelumnya yang memakan banyak korban akibat berbagai insiden. Kami harap tahun ini zero insiden,” katanya.
Dalam menjalankan tugasnya, Ikrar mengaku tidak bisa berjalan sendiri dan memohon semua pihak membantu menjaga keselamatan wisatawan. “Kami juga tidak bisa sendiri, pos-pos pengamanan kami siapkan di beberapa titik untuk berbagai laporan,” ucapnya.
