Bupati Asjap Beri Rumah hingga Sekolah untuk Anak Buruh Penyadap Karet

Posted on

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi bergerak cepat setelah mendapat laporan mengenai kondisi Iis (43), buruh penyadap karet yang tinggal bersama dua anaknya di gubuk reyot tanpa penerangan di lereng Gunung Tangkil, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, langsung merespons laporan tersebut dan memastikan pemerintah segera membantu Iis beserta kedua anaknya.

“Saya sudah menerima informasi di mana ibu Iis saat ini tinggal di tempat kurang layak dan kami akan berupaya dalam waktu dekat agar mendapat rumah layak dan anak ibu bisa melanjutkan sekolah,” ujar Asep Japar, Minggu (31/8/2025).

Asjap menjelaskan, Pemkab Sukabumi akan berkoordinasi dengan perangkat desa, camat, dan pihak terkait untuk memastikan bantuan diberikan secepat mungkin.

“Kami tidak ingin ada warga Sukabumi yang hidup dalam kondisi tidak layak. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya, termasuk tempat tinggal yang aman dan pendidikan bagi anak-anaknya,” ungkapnya.

Asep menegaskan, pembangunan rumah untuk Iis akan segera dimulai dan prosesnya akan dipantau langsung oleh pemerintah daerah. Selain itu, Pemkab juga memastikan kedua anak Iis bisa kembali bersekolah.

“Kami ingin memastikan keluarga ibu bisa hidup lebih layak. Anak-anaknya harus kembali sekolah, tidak boleh putus pendidikan hanya karena kondisi ekonomi,” tuturnya.

Instruksi gerak cepat Bupati langsung ditindaklanjuti oleh Junajah Jajah Nurdiansyah, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI-P dapil setempat. Junajah mengatakan, Asep Japar langsung menghubungi dirinya, camat, kades, dan karang taruna untuk turun ke lapangan.

“Saya dengan kades, karang taruna, dan pak camat ditelepon langsung oleh pak bupati, untuk turun ke lapangan karena ada masyarakat yang perlu dibantu,” kata Junajah.

“Sehingga hari ini kami kolaboratif bersama pak camat atas instruksi pak bupati. Saya sendiri sebagai dewan dari dapil merespons hal tersebut, bersama pak kades Citepus dan camat Palabuhanratu, berencana membantu meringankan beban masyarakat,” sambungnya.

Junajah menambahkan, Pemkab Sukabumi bersama pemerintah desa sudah menyiapkan lahan dan menghitung kebutuhan bahan bangunan untuk rumah layak huni bagi Iis.

“Orang tersebut akan berdomisili di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Saya siapkan tanahnya. Pak camat dan pak kades sudah hitung-hitungan untuk bahan bangunan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Junajah juga ikut membantu proses evakuasi keluarga Iis dan membawa barang-barang miliknya dari gubuk reyot.

“Saya ikut membantu membawa barang-barang milik ibu Iis. Saat ini ibu Iis dan anak-anaknya sudah kami tempatkan sementara di rumah milik saya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Iis tinggal di sebuah gubuk reyot berukuran tak lebih dari 2×2 meter.

Atapnya disambung seng karat dengan genteng tua, sementara dindingnya tambal-sulam dari bilik bambu dan karung pakan ayam.

Iis adalah buruh penyadap karet yang tinggal di sini bersama dua anaknya, jauh dari keramaian, di tengah sunyi hutan Palabuhanratu.

“Kalau hujan gede, bocor. Kalau kena angin, goyang-goyang,” ungkapnya sambil menunjuk bagian atap yang miring dan berdebu, Sabtu (30/8/2025).

Anggota DPRD Evakuasi Barang Milik Iis