Jalan Naripan sejak dulu jadi salah satu urat nadi aktivitas warga di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Di sepanjang jalur ini, berdiri sejumlah tempat perekonomian yang lokasinya begitu strategis karena berdekatan dengan kawasan Asia Afrika yang selalu tidak pernah sepi sebagai tempat wisata.
Namun jauh di balik keberadaannya, Jalan Naripan punya cerita terpendam sejak zaman Kolonial Belanda. Jalan ini tak jauh berbeda dengan Jalan Braga yang pada zaman itu selalu dilewati pedati sebelum munculnya berbagai macam kendaraan masa kini.
Cerita tentang Jalan Naripan tertuang dalam buku berjudul ‘Pesona Sejarah Bandung: Bandung Hingga Awal Abad ke-20’ karya M Ryzki Wiryawan. Dalam buku jilid kesatu itu, Ryzki mencatat kisah menarik soal penamaan Jalan Naripan yang terkenal hingga sekarang.
Pada halaman ke-135, Ryzki menulis bahwa Jalan Naripan atau Naripanweg dulunya bernama Kawedananweg. Ternyata, ada seorang tokoh terkenal di masa itu yang mempengaruhi penamaan Jalan Naripan seperti sekarang.
“…dinamai atas nama tokoh “Naripan” seorang pemilik usaha penyewaan delman asal Betawi,” kata Ryzki sebagaimana dikutip infoJabar.
Jalan Naripan sendiri memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer. Jalan tersebut terbentang mulai dari pertigaan Jalan ABC – Jalan Cikapundung Barat, hingga pertigaan Jalan Veteran – Jalan Ahmad Yani.
Menariknya, Ryzki menulis versi lain soal asal-usul penamaan Jalan Naripan. Ia mengatakan, Jalan Naripan berasal dari nama seseorang berdarah campuran Belanda-Betawi yaitu Ivan, tokoh yang juga menyewakan delman di Bandung.
Ivan saat itu kata Ryzki merupakan satu-satunya orang yang menyewakan delman di Kota Kembang. Karena kondisi itu, warga yang membutuhkan jasanya kemudian menyebutkan kata ‘naar Ivan (ke Ivan) untuk menyewa delman, sehingga penyebutannya akhirnya berubah menjadi Naripan.
“Versi lain menyebut nama aslinya Ivan, seorang berdarah campuran Belanda-Betawi. Karena saat itu ia adalah satu-satunya orang yang menyewakan delman di Bandung, warga yang membutuhkan jasanya akan menyebut “Naar Ivan (ke Ivan), sehingga muncul istilah ‘Naripan’,” pungkasnya.
