Keamanan dan perlindungan anak merupakan suatu hal yang wajib di perhatikan dan menjadi tanggung jawab bersama. Namun, di tengah maraknya penggunaan handphone ancaman terhadap keamanan anak kerap muncul ke permukaan. Salah satunya adalah Child grooming.
Kejahatan ini jarang terjadi secara tiba-tiba. Melainkan tumbuh perlahan, senyap, dan kerap bersembunyi di balik perhatian, pujian, serta hubungan yang tampak wajar.
Child grooming merupakan teknik yang dilakukan orang dewasa untuk memanipulasi pikiran anak. Proses yang sistematis dilakukan pelaku untuk membangun hubungan emosional dengan anak, dengan tujuan akhir eksploitasi seksual. Proses ini bisa berlangsung dalam hitungan minggu hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Berdasarkan beberapa penelitian, grooming merupakan strategi manipulatif yang dirancang untuk menurunkan kewaspadaan korban sekaligus lingkungan sekitarnya. Anak tidak dipaksa secara langsung, melainkan diarahkan hingga merasa percaya dan bergantung secara emosional.
1. Membangun Kedekatan Emosional
Pelaku biasanya memulai dengan percakapan ringan, memberi perhatian, pujian, atau hadiah kecil. Anak dibuat merasa dipahami dan dihargai.
2. Membuat Rasa Ketergantungan
Setelah kedekatan terjalin, pelaku perlahan memposisikan diri sebagai satu-satunya tempat bercerita. Anak diarahkan untuk menjauh dan menarik diri dari orang tua atau lingkungan terdekat secara emosional melalui kata-kata yang halus.
3. Menanamkan Perilaku Tidak Pantas
Pelaku mulai menyisipkan percakapan berbau seksual secara halus. Batasan perlahan digeser agar anak menganggapnya wajar.
4. Isolasi dan Kontrol
Pelaku meminta hubungan dirahasiakan. Ancaman emosional seperti rasa bersalah, takut ditinggalkan, atau takut dimarahi sering digunakan.
1. Perubahan Prialku yang Mendadak
Anak terlihat berbeda dari biasanya, seperti menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau menarik diri dari lingkungan keluarga dan teman.
2. Menjadi Sangat Protektif pada Ponselnya
Anak mulai berlebihan menggunakan ponsel, menyembunyikannya, sering menghapus riwayat chat, atau menolak ketika ditanya soal ponsel dan sosial media.
3. Memiliki Kedekatan Emosional dengan Orang Dewasa yang Tidak Biasa
Anak sering menyebut nama satu orang secara intens, merasa paling dimengerti oleh sosok tersebut, dan menunjukkan ketergantungan emosional yang tidak wajar.
4. Menarik Diri dari Lingkungan
Anak enggan bercerita, tidak mau beraltivitas sosial, mudah tersinggung saat dinasihati, dan merasa orang tua tidak memahami dirinya.
5. Perubahan Pola Tidur dan Emosi
Anak mengalami mimpi buruk, sulit tidur, cemas berlebihan, atau tampak murung dalam waktu lama. Kondisi ini sering berkaitan dengan tekanan psikologis.
6. Sering Mendapat Hadiah
Pelaku grooming kerap memberi hadiah sebagai bentuk manipulasi. Anak mungkin menerima barang atau uang tanpa bisa menjelaskan asal-usulnya.
7. Mulai Menggunakan Bahasa atau Istilah Dewasa
Anak tiba-tiba menggunakan kata, candaan, atau topik yang tidak sesuai usia, terutama yang bernuansa seksual.
8. Menunjukan Rasa Bersalah atau Takut yang Berlebihan
Raut wajah anak tampak cemas, sering merasa bersalah, takut dimarahi, atau khawatir melakukan kesalahan, meski tidak melakukan hal yang jelas salah.
Trauma akibat kekerasan seksual pada anak dapat memengaruhi perkembangan emosi dan identitas hingga usia dewasa.
Dampak dari child grooming sendiri tidak selalu langsung terlihat. Banyak korban baru menyadari bahwa mereka dieksploitasi setelah beranjak dewasa. Beberapa dampak yang sering muncul antara lain:
• Gangguan kecemasan dan depresi
• Rasa bersalah dan malu berlebihan
• Kesulitan membangun hubungan interpersonal
• Trauma psikologis jangka panjang
Pencegahan child grooming bukanlah sesuatu yang bisa ditangani sendiri oleh anak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama terutama orang dewasa. Keluarga dan lingkungan memegang peran kunci.
Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak terbukti menjadi faktor protektif utama. Penelitian dari Universitas Indonesia (Fakultas Psikologi) menunjukkan bahwa anak yang terbiasa berdiskusi terbuka dengan keluarga cenderung lebih berani melapor ketika merasa tidak nyaman.
Apa Itu Child Grooming?
Tahapan Child Grooming
Ciri Anak Mengalami Child Grooming yang Perlu Diwaspadai
Dampak Child Grooming
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
