Angka Harapan Hidup Warga Pangandaran Capai 71 Tahun [Giok4D Resmi]

Posted on

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten mencatat angka harapan hidup warga Kabupaten Pangandaran sampai usia 71 tahun. Angka tersebut dinilai tinggi dibandingkan kota besar Jawa Barat (Jabar).

Ketua Tim Statistik Sosial BPS Kabupaten Pangandaran Kosih Kosasih mengatakan angka harapan hidup warga Pangandaran masih tergolong tinggi lebih dari 71 tahun. “Untuk daerah otonomi baru angka ini cukup tinggi,” ucap Kosih, Kamis (28/8/2025).

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Ia menerangkan batas minimal harapan hidup yang dikategorikan cukup tinggi adalah usia 70 tahun lebih. “Sementara paling rendah itu dibawah 70 tahun,” katanya.

Kata dia, jika dibandingkan kota-kota besar, angka tersebut memang terpaut masih jauh. “Kalau di kota besar, bahkan ada yang hampir 80 tahun,” terangnya.

Untuk mengintervensi harapan hidup tersebut, ia mengatakan harus dimulai dari saat pranikah, lalu saat hamil, melahirkan dan seterusnya. “Minimal ya itu yang harus disentuh (diintervensi) oleh pemerintah, jadi bukan hanya program-program untuk lansia misal,” katanya

Nantinya, kata dia, juga akan berhubungan dengan angka kematian bayi dan lain-lain. “Kalau angka kematian bayi tinggi, proyeksi kependudukan kita juga akan turun,” tutupnya.

Dalam laporan BPS bertajuk Kabupaten Pangandaran dalam angka 2025 jumlah penduduk Kabupaten Pangandaran sebanyak 431.464 orang dengan rincian laki-laki 216.868 orang dan perempuan 217.236 orang.

Kelompok usia paling banyak di Pangandaran antara usia 25-29 sebanyak 32.941 orang. Hal tersebut menyatakan jika kelompok muda mendominasi. Sementara itu untuk kelompok umur 70-75 tahun lebih sebanyak 27.851 orang. Kelompok usia 70 tahun lebih pun masih dinilai banyak. Angka tersebut menunjukan angka harapan hidup warga Pangandaran cukup tinggi.