Bandung Barat –
Tubuhnya kurus dengan wajah keriput. Mengenakan pangsi hitam, pria tua itu berjalan tertatih menggunakan tongkat, berkeliling di posko pengungsian korban longsor Cisarua.
Sesekali ia menapaki rute menuju lokasi longsor yang meratakan 48 rumah di Kampung Pasir Kuning, Pasir Kuda, dan Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ternyata banyak orang mengenalinya karena ia kerap hadir di berbagai kesempatan. Pria tua itu mengaku sebagai orang yang bisa mencegah hujan. Namanya Abah Ipin, sang pawang hujan.
Abah Ipin menjadi anomali di tengah taktisnya penanganan longsor Cisarua. Hujan dan kabut berkali-kali menghambat operasi pencarian korban yang tertimbun sejak Sabtu (24/1/2026). Saat pemerintah bekerja secara saintifik melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Abah Ipin bekerja dengan cara yang ia yakini bisa mendatangkan hasil serupa.
Abah Ipin menginjakkan kaki di worksite A1, bahkan berhasil naik ke sektor A2 yang lebih tinggi. Ia berjalan kaki sembari mengisap rokok kretek dari cangklong panjang kesayangannya.
Ia mulai beraksi. Tongkat yang semula menjadi penyangga kaki, kini ia angkat ke udara lalu diputar-putar. Di hadapannya tersedia sebotol air mineral. Ia merapal doa, meyakini ritual itu bisa menggeser mendung dan menunda hujan.
“Abah datang sendiri, lihat di TV di sini ada longsor. Langsung ke sini naik angkot,” kata Abah Ipin saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Abah Ipin bertolak dari rumahnya di Kompleks Pharmindo, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Ia mengaku berusaha membantu operasi pencarian sebisanya.
“Ya, ingin bantu pokoknya. Enggak ada ritual khusus, cuma berdoa saja biar nggak turun hujan,” kata Abah Ipin.
Abah Ipin ternyata kerap muncul di mana-mana. Saat Persib bertanding, ia datang ke stadion. Begitu pula saat bencana longsor melanda Arjasari, Kabupaten Bandung, ia turut hadir.
“Abah pernah di Sumedang, di Kabupaten Bandung, terus pernah viral waktu di Stadion GBLA pas Persib main,” ucap Abah Ipin dengan artikulasi yang kurang jelas.
Keberadaan orang-orang seperti Abah Ipin, yang mengedepankan keyakinan di luar aspek sains, menjadi fenomena lumrah di lokasi bencana. Tak hanya pawang hujan, beberapa hari lalu seorang anak indigo juga dikabarkan ikut dalam operasi pencarian korban.
Apapun metodenya, petugas SAR tetap fokus pada misi utama: menemukan korban yang tertimbun longsor demi mengakhiri ketidakpastian dan duka keluarga yang ditinggalkan.
Video Kesaksian Korban Longsor Cisarua: Kayak Keangkat Rumahnya“
