Bandung –
Bulan Ramadan telah tiba. Puasa kali ini bisa jadi dilalui oleh umat Muslim di Jawa Barat dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dengan dominasi hujan. Musim penghujan masih terjadi.
Menjaga imun saat puasa Ramadan di musim penghujan penting untuk diperhatikan karena perubahan cuaca, suhu dingin, dan kelembapan tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan istirahat, sehingga risiko terserang flu, batuk, hingga demam bisa meningkat. Agar ibadah tetap lancar dan tubuh tidak mudah sakit, berikut sejumlah tips menjaga imun.
9 Tips Imun Kuat Saat Puasa Ramadan di Musim Penghujan
Kita ketahui bahwa imun atau sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme alamiah pertahanan tubuh terhadap bakteri penyebab penyakit. Imun melibatkan sel, protein, jaringan, dan organ yang bekerja sama melindungi tubuh dari serangan virus, jamur, dan parasit. Berikut tips imun kuat saat menjalani puasa di musim hujan.
1. Asupan Gizi Seimbang Saat Sahur dan Berbuka
Saat puasa, tubuh sangat bergantung pada kualitas makanan di waktu sahur dan berbuka. Pastikan menu mengandung gizi seimbang, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
Sayur dan buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, pepaya, jambu biji, serta sayuran hijau dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Protein dari telur, ikan, ayam, dan kacang-kacangan juga berperan penting dalam membentuk antibodi.
2. Cairan Tubuh Terpenuhi
Cuaca dingin sering membuat rasa haus berkurang, padahal tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup. Dehidrasi dapat melemahkan sistem imun dan membuat tubuh mudah lelah.
Terapkan pola 2-4-2, yaitu dua gelas air saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Dinukil dari situs berita.depok.go.id, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan “pola 2-4-2, yaitu pembagian waktu minum air putih selama puasa bisa dilakukan untuk menghindari dehidrasi. Pola tersebut, yakni dengan minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas air putih saat malam serta 2 gelas air putih saat sahur.”
Selain air putih, konsumsi sup hangat atau buah tinggi air seperti semangka dan melon juga membantu menjaga hidrasi. Hindari minuman berkafein secara berlebihan karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh.
3. Makanan dan Minuman Hangat
Salah satu tips menjaga imun saat puasa musim hujan adalah mengonsumsi makanan dan minuman hangat. Sup ayam, wedang jahe, atau teh herbal hangat dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Jahe dan kunyit dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, tetap konsumsi dalam jumlah wajar agar tidak mengganggu lambung. Makanan hangat juga membantu melancarkan pencernaan setelah seharian berpuasa sekaligus meminimalisasi rasa mual pada perut.
4. Olahraga Ringan
Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Aktivitas fisik ringan justru membantu melancarkan sirkulasi darah dan memperkuat sistem imun. Olahraga ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga selama 15-30 menit bisa menjadi pilihan. Waktu terbaik adalah menjelang berbuka atau setelah salat tarawih. Olahraga berat tidak disarankan.
5. Jaga Pola Tidur
Kurang tidur dapat menurunkan imunitas tubuh secara signifikan. Selama Ramadan, pola tidur sering berubah karena sahur dan ibadah malam. Pastikan Anda tetap mendapatkan tidur yang berkualitas.
Usahakan tidur total 6-8 jam per hari dengan membaginya antara malam dan tidur siang singkat. Tidur yang cukup membantu tubuh memproduksi hormon dan sel imun secara optimal. Pastikan mematikan gawai sebelum tidur agar kualitas istirahat lebih baik.
6. Hindari Paparan Penyakit
Musim hujan identik dengan peningkatan penyebaran virus dan bakteri. Menjaga kebersihan dan menghindari paparan penyakit menjadi langkah penting dalam menjaga imun saat puasa di musim hujan.
Usahakan cuci tangan secara rutin, ganti pakaian basah akibat hujan, dan segera mandi jika kehujanan. Gunakan masker jika berada di tempat ramai atau saat kondisi tubuh mulai tidak fit.
7. Perkuat ‘Imun Spiritual’
Ramadan memang waktunya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan begitu, ‘imun spiritual’ pun akan semakin menguat.
Kita tahu, stres berkepanjangan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Selama puasa, penting menjaga ketenangan pikiran agar imun tetap optimal. Salah satunya dengan memperkuat hubungan kita dengan Sang Pencipta.
Manfaatkan momen Ramadan untuk memperbanyak ibadah, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Ketenangan batin berpengaruh positif pada kesehatan fisik dan daya tahan tubuh. Berpikir positif dan menjaga emosi juga menjadi bagian penting dari kesehatan holistik.
8. Konsumsi Rebusan Rempah Alami
Rebusan rempah tradisional dapat menjadi pilihan alami untuk membantu menjaga imun saat puasa musim hujan. Rempah seperti jahe, kunyit, serai, kayu manis, dan cengkeh mengandung senyawa aktif yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi.
Jahe dan kunyit, misalnya, mengandung gingerol dan kurkumin yang membantu meningkatkan respons imun tubuh serta meredakan peradangan. Sementara serai dan kayu manis berperan dalam menjaga kehangatan tubuh dan membantu melawan infeksi ringan.
9. Konsumsi Vitamin
Selain dari makanan, vitamin dan mineral dapat membantu menjaga imun tubuh selama puasa, terutama jika asupan gizi belum terpenuhi secara optimal. Vitamin yang umum direkomendasikan antara lain:
- Vitamin C, berperan sebagai antioksidan dan membantu melawan infeksi;
- Vitamin D, penting untuk regulasi sistem imun;
- Vitamin E, membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan;
- Zinc, mendukung kerja sel imun dan mempercepat pemulihan tubuh.
