6 Abad Hilang, Istana Megah Ini Muncul Lagi dari Dalam Tanah

Posted on

Bandung

Istana megah dari abad ke-14 yang hilang ditemukan setelah ratusan tahun menghilang. Istana Chateau de l’Hermine yang menjadi saksi sejarah kepemimpinan Johnn IV, Adipati dari Brittany itu muncul dari dalam tanah.

Dilansir situs People, Senin (9/2/2026), istana tersebut pertama kali ditemukan pada 2021 di Vannes, Britanny, Prancis. Saat itu, sebuah hotel bernama Hotel Lagorce berencana melakukan renovasi dengan melebarkan bangunan hingga ke belakang.

Saat proses pengerukan tanah, pekerja proyek terkejut karena menemukan sisa-sisa reruntuhan bangunan di bawah tanah. Kemudian tim dari Institut National de recherches archeologiques preventives (Inrap) melakukan pengecekan terhadap bangunan tersebut.

Setelah diteliti selama kurang lebih dua tahun, akhirnya terungkap jika bangunan yang terkubur di bawah tanah itu adalah Istana Chateau de l’Hermine. Istana itu dibangun oleh Adipati John IV pada 1380-an, sehingga umur istana itu diprediksi sekitar 640 tahun.

“Penggalian telah mengungkapkan kediaman Adipati John IV dan menemukan sejumlah fasad bangunannya, termasuk beberapa tangga,” tulis keterangan Inrap dalam situs resminya.

Selain itu, para arkeolog juga menemukan lantai dasar dan sebuah bangunan megah di dalam tanah. Ada juga lorong utama yang terhubung ke gerbang utara, lalu ada sebuah gerbang besar lainnya yang diapit oleh dua menara.

Setelah diukur oleh arkeolog, ditemukan bagian lantai dasar istana memiliki panjang 42 meter dan lebar 17 meter. Untuk ketebalan dindingnya sendiri mencapai 5,6 meter.

Istana Chateau de l’Hermine berhasil ditemukan setelah hilang selama ratusan tahun. Penemuan ini berawal dari renovasi sebuah hotel. Foto: Dok. Inrap/Emmanuelle Collado

Di dalam reruntuhan istana tersebut juga ditemukan sejumlah ruangan, salah satunya diyakini sebagai tangga upacara. Kondisi tangganya masih sangat baik meski sudah tertimbun tanah selama ratusan tahun.

Arkeolog juga menemukan sebuah saluran yang berada di bawah fondasi istana. Air yang mengalir di bawah bangunan berfungsi untuk menggerakkan roda. Nantinya, roda tersebut dapat menggerakkan kincir air.

Para arkeolog meyakini jika Istana Chateau de l’Hermine terdiri dari 3-4 lantai. Sebab, di setiap ujung bangunan ditemukan sejumlah jamban dan pipa saluran air yang terhubung ke atas.

Sayangnya, hampir seluruh bangunan istana sudah hancur. Kini tinggal menyisakan beberapa bagian bangunan di lantai dasar yang masih utuh.

“Kastil tersebut pasti memiliki 3 atau bahkan 4 lantai,” tulis keterangan Inrap.

Tidak hanya sisa-sisa bangunan, para arkeolog juga menemukan banyak benda bersejarah di istana tersebut. Beberapa benda di antaranya koin, perhiasan, dan peralatan masak seperti panci, wajan, dan alat pemanggang). Barang-barang itu diyakini berasal dari abad ke-15 dan ke-16.

Sebagai informasi, Istana Chateau de l’Hermine dibangun oleh Adipati John IV pada 1381 dengan tujuan memperkuat kekuasaannya di Brittany. Selain tempat tinggal, istana ini juga menjadi salah satu benteng utama kadipaten Brittany di selatan Prancis.

Adipati John IV dan keluarganya menghuni Istana Chateau de l’Hermine selama puluhan tahun. Namun pasca kematian adipati, istana tersebut ditinggalkan dan beralih ke istana baru bernama Chateau de Nantes pada 1470-an yang didirikan oleh Francis II.

Istana Chateau de l’Hermine akhirnya benar-benar ditinggalkan pada abad ke-17 dan dibiarkan terlantar hingga roboh. Bahkan, istana ini hampir tidak tercatat dalam sejarah sebelum akhirnya ditemukan tertimbun tanah selama ratusan tahun.