Orang-orang di China sedang gandrung ‘memburu’ dan memelihara ular warna biru pucat/turkuas yang merupakan ular endemik Indonesia. Gara-garanya, Blue Pit Viper itu muncul di film animasi besutan Disney, Zootopia 2.
Dikutip dari infoInet, karakter baru bernama Gary De’Snake yang disuarakan oleh aktor pemenang Oscar, Ke Huy Quan digambarkan sangat antusias dan bertanggung jawab, sehingga berhasil menghapus citra ‘menyeramkan’ pada reptil.
Gary De’Snake adalah mimesis (peniruan/terinspirasi oleh) Blue Pit Viper. Inilah ular biru asli nusantara yang pesonanya kini mendunia. Selain biru, ‘insularis’ juga punya warna kulit lain, seperti hijau bahkan kuning.
Tesis magister oleh Bagus Priambodo berjudul ‘Phylogeography Study of Asian Pit Vipers in Indonesia Using Mitochondrial Genes (16S rRNA & ND4) and Nuclear Genes (7IβFIB & 3ITBP)’ (2018) mengulas tentang persebaran dan warna ular pit viper itu.
“An interesthing phenomenon in Cryptelytrops insularis called islands pitviper. Among Asian pit vipers species, this species has more body color variations and corresponding to their spesific distribution. The common colour was green which distributed from Java to Lesser Sunda. Blue form only can be found in Lesser Sunda and yellow form can be found only in Wetar Island (Marlon, 2014).”
(Suatu fenomena menarik pada Cryptelytrops insularis disebut ular berbisa pulau. Di antara spesies ular berbisa Asia, spesies ini memiliki lebih banyak variasi warna tubuh dan sesuai dengan sebaran spesifiknya. Warna umum adalah hijau yang tersebar dari Jawa hingga Sunda Kecil. Bentuk biru hanya dapat ditemukan di Sunda Kecil dan bentuk kuning hanya dapat ditemukan di Pulau Wetar (Marlon, 2014).)
Ular ini tampaknya punya banyak nama. Selain merujuk pada nama ilmiah Cryptelytrops insularis, juga pencarian di internet dengan memasukkan frasa Trimeresurus insularis, merujuk pada ular yang sama dari daerah yang sama.
Blue Pit Viver, dinamakan juga Sunda Pit Viper atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai Ular Bangkai Laut adalah salah satu pemangsa paling ikonik di wilayah Indonesia Timur. Dengan warna yang eksotis dan tatapan tajam, ular ini menjadi subjek penting dalam studi filogeografi di kawasan Wallacea. Berikut ini profil ular biru tersebut dikutip dari laman Ular Asli Indonesia:
Ular ini memiliki sebaran yang luas di wilayah Lesser Sunda dan sekitarnya seperti Bali, Jawa (bagian timur), Lombok, Sumbawa, Sumba, Komodo, Rinca, Padar, Flores, Adonara, Alor, Roti, Timor, Romang, dan Wetar. Juga di mancanegara: Timor-Leste.
Tingkat Bahaya: Berbisa tinggi dan berbahaya. Meski bisanya dianggap tidak sekuat beberapa jenis viper lainnya (setara dengan Trimeresurus albolabris), gigitannya tetap memerlukan penanganan medis segera karena racun hemotoksiknya.
Ancaman: Sering dibunuh oleh warga lokal karena ketakutan dan potensi bahaya. Selain itu, keindahan warnanya membuat ular ini sering muncul dalam perdagangan hewan ilegal.
Status Konservasi: Saat ini tidak memiliki masalah konservasi kritis di Indonesia, namun pengawasan terhadap populasinya tetap penting dilakukan.
Warna turkuas biru pada Blue Pit Viper bukan merupakan hasil rekayasa genetika atau editan pada foto. Ular ini adalah penghuni asli wilayah Lesser Sunda (Kepulauan Sunda Kecil), yang membentang dari Bali, Lombok, hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menariknya, meskipun spesies Trimeresurus insularis umumnya berwarna hijau di daerah lain, isolasi geografis di pulau-pulau seperti Pulau Komodo dan Pulau Alor melahirkan varian warna biru pucat yang sangat langka. Warna ini menjadikannya salah satu ular fotogenik. Warnanya mirip warna berlian, pirus.
Mengapa Disney memilih Blue Pit Viper sebagai inspirasi karakter Gary? Boleh jadi karena Zootopia memang mengakomodasi karakter hewan-hewan dari berbagai belahan dunia. Selain itu, pemilihan ular banyak disebut-sebut sebagai penghormatan atas budaya Tiongkok yang menilai ular sebagai simbol kebijaksanaan. Juga pilihan warna biru yang memberikan kesan magis dan futuristik, sangat cocok dengan world-building Zootopia yang modern.
Keberadaan ular ini merupakan bukti betapa kayanya biodiversitas di zona Wallacea. Kawasan transisi batas Indonesia barat dan tengah ini memang dikenal sebagai laboratorium alam yang menghasilkan spesies dengan warna dan bentuk yang tak lazim. Blue Pit Viper adalah simbol bahwa Indonesia memiliki ‘harta karun’ biologis yang mampu menginspirasi industri kreatif global sekelas Disney.
Di balik warnanya yang menenangkan seperti air laut, Blue Pit Viper adalah predator yang harus diwaspadai. Ia memiliki racun Hemotoksin yang dapat merusak jaringan tubuh dan menyebabkan pembekuan darah.
Di habitat aslinya di NTT, ular ini sering ditemukan bergelantungan di dahan pohon kecil atau bersembunyi di balik dedaunan. Meski ia menjadi bintang film, tidak disarankan masyarakat untuk memeliharanya tanpa keahlian khusus, demi keamanan manusia dan kelestarian sang ular itu sendiri.
Profil Ular Blue Pit Viper
Klasifikasi Ilmiah
Deskripsi Fisik
Habitat
Ekologi
Persebaran Geografis
Interaksi dengan Manusia
4 Fakta Unik Blue Pit Viper
1. ‘Berlian’ dari Wilayah Sunda Kecil
2. Jadi Inspirasi Disney
3. Keajaiban Evolusi di Garis Wallacea
4. Cantik Namun Tak Boleh Disentuh
Warna turkuas biru pada Blue Pit Viper bukan merupakan hasil rekayasa genetika atau editan pada foto. Ular ini adalah penghuni asli wilayah Lesser Sunda (Kepulauan Sunda Kecil), yang membentang dari Bali, Lombok, hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menariknya, meskipun spesies Trimeresurus insularis umumnya berwarna hijau di daerah lain, isolasi geografis di pulau-pulau seperti Pulau Komodo dan Pulau Alor melahirkan varian warna biru pucat yang sangat langka. Warna ini menjadikannya salah satu ular fotogenik. Warnanya mirip warna berlian, pirus.
Mengapa Disney memilih Blue Pit Viper sebagai inspirasi karakter Gary? Boleh jadi karena Zootopia memang mengakomodasi karakter hewan-hewan dari berbagai belahan dunia. Selain itu, pemilihan ular banyak disebut-sebut sebagai penghormatan atas budaya Tiongkok yang menilai ular sebagai simbol kebijaksanaan. Juga pilihan warna biru yang memberikan kesan magis dan futuristik, sangat cocok dengan world-building Zootopia yang modern.
Keberadaan ular ini merupakan bukti betapa kayanya biodiversitas di zona Wallacea. Kawasan transisi batas Indonesia barat dan tengah ini memang dikenal sebagai laboratorium alam yang menghasilkan spesies dengan warna dan bentuk yang tak lazim. Blue Pit Viper adalah simbol bahwa Indonesia memiliki ‘harta karun’ biologis yang mampu menginspirasi industri kreatif global sekelas Disney.
Di balik warnanya yang menenangkan seperti air laut, Blue Pit Viper adalah predator yang harus diwaspadai. Ia memiliki racun Hemotoksin yang dapat merusak jaringan tubuh dan menyebabkan pembekuan darah.
Di habitat aslinya di NTT, ular ini sering ditemukan bergelantungan di dahan pohon kecil atau bersembunyi di balik dedaunan. Meski ia menjadi bintang film, tidak disarankan masyarakat untuk memeliharanya tanpa keahlian khusus, demi keamanan manusia dan kelestarian sang ular itu sendiri. Klasifikasi Ilmiah
