Pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya mulai memasuki tahapan krusial tahun ini. Dua depo utama tengah disiapkan, yakni di Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwipanjang.
Proyek ini dipastikan berdampak pada mata pencaharian warga di sepanjang koridor, terutama para juru parkir yang terpaksa kehilangan lahan pekerjaannya akibat pembangunan tersebut.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Sebanyak 312 juru parkir tercatat terdampak proyek BRT Bandung Raya. Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka akan menerima kompensasi masing-masing sebesar Rp 2,4 juta.
“Juru parkirnya ada 312 orang, mayoritas berada di sepanjang koridor atau jalur yang akan dipakai BRT. Selain itu, terdampak pula penyewa lahan dan kios di terminal, khususnya Cicaheum dan sebagian kecil Antapani,” ujar Kadishub Kota Bandung, Rasdian, Rabu (14/1/2026).
“Kalau tidak salah, kompensasi untuk juru parkir itu Rp 2,4 juta, disesuaikan dengan pendapatan harian mereka,” tambahnya.
Kompensasi tersebut rencananya akan diberikan selama enam bulan. Setelah jangka waktu pemberian kompensasi berakhir, para juru parkir ini akan diarahkan untuk mendapatkan pekerjaan lain yang layak.
“Setelah enam bulan, mereka harus dicarikan pekerjaan lain, bisa di tempat parkir berbeda. Saya juga mengusulkan agar selama pembangunan BRT, mereka dipekerjakan sebagai pengatur lalu lintas non-teknis di situ. Jadi, 312 orang ini diberdayakan sambil kita siapkan alternatif lainnya,” pungkas Rasdian.
“Kalau tidak salah, kompensasi untuk juru parkir itu Rp 2,4 juta, disesuaikan dengan pendapatan harian mereka,” tambahnya.
Kompensasi tersebut rencananya akan diberikan selama enam bulan. Setelah jangka waktu pemberian kompensasi berakhir, para juru parkir ini akan diarahkan untuk mendapatkan pekerjaan lain yang layak.
“Setelah enam bulan, mereka harus dicarikan pekerjaan lain, bisa di tempat parkir berbeda. Saya juga mengusulkan agar selama pembangunan BRT, mereka dipekerjakan sebagai pengatur lalu lintas non-teknis di situ. Jadi, 312 orang ini diberdayakan sambil kita siapkan alternatif lainnya,” pungkas Rasdian.
