Ciamis –
Menjelang berbuka puasa, hujan deras mengguyur Perum Garden Permatasari, Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Minggu (1/3) sore. Saat warga sibuk menyiapkan takjil, suara gemuruh tiba-tiba terdengar sekitar pukul 18.00 WIB. Tembok Penahan Tanah (TPT) di belakang rumah mereka longsor.
Tiga rumah yang dihuni enam kepala keluarga terdampak. Bagian dapur dan kamar mandi rusak, dinding retak, dan warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, pihaknya menerima laporan pada pukul 20.37 WIB dan langsung berkoordinasi dengan aparat setempat.
“Longsor terjadi setelah hujan deras sejak sekitar pukul 17.00 WIB. Air meluap di lingkungan perumahan dan memicu ambruknya TPT,” ujar Ani Supiani dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan data BPBD, TPT yang longsor tersebut memiliki panjang kurang lebih 30 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter. Material longsoran langsung menghantam bangunan rumah di bawahnya hingga menyebabkan dinding retak-retak.
“Bagian rumah yang terdampak di antaranya dapur dan WC. Selain itu, ada retakan yang muncul hingga ke ruang tamu,” jelasnya.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Keluarga yang rumahnya terdampak berjumlah 18 jiwa untuk sementara mengungsi ke rumah saudara.
Ani menyebut, berdasarkan hasil asesmen sementara, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab longsor. Selain curah hujan tinggi, kondisi tanah di lokasi yang merupakan bekas sawah dinilai labil. Di sisi lain, konstruksi TPT disebut tidak dilengkapi saluran pembuangan air (suling-suling), serta minimnya saluran drainase di lingkungan perumahan.
“Saat ini material longsor belum dilakukan pembersihan. Kami masih melakukan kaji cepat dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
BPBD Ciamis juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk langkah lanjutan, termasuk rencana pertemuan warga dengan pengembang perumahan. Untuk kebutuhan mendesak, warga membutuhkan perbaikan dan pembangunan kembali TPT serta perbaikan bangunan rumah yang terdampak.
