Bandung Barat –
Deru air dan material tanah dari lereng Gunung Burangrang meluncur tanpa ampun pada dini hari. Sekejap, bencana longsor menerjang Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).
Peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB saat sebagian besar warga terlelap. Bencana ini menelan 53 korban jiwa, sementara 27 orang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian. Selain itu, sebanyak 30 rumah dilaporkan rata dengan tanah.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkap penyebab longsor tersebut bergerak begitu cepat dan mematikan. Berdasarkan pemodelan PVMBG, material longsor hanya butuh waktu sekitar 25 menit (1.500 detik) untuk meluncur dari mahkota longsor di Gunung Burangrang hingga menghantam permukiman sejauh 3,7 kilometer.
Plh Kepala PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto menjelaskan, pemodelan ini dilakukan untuk memahami kronologi peristiwa sejak material lepas hingga melanda kawasan permukiman.
“Kami menggunakan pemodelan dengan asumsi tertentu agar mendapatkan gambaran utuh dan memahami apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Edi, Jumat (30/1/2026).
Hasil analisis menunjukkan longsor tidak terjadi dalam satu gelombang tunggal, melainkan terdapat suplai material berulang yang membawa energi besar ke lereng bawah.
“Terjadi 2-3 kali suplai material ke arah landaan. Terindikasi ada energi besar yang mengerosi bagian lembah. Hal ini terlihat dari dominasi material di lokasi yang terdiri dari tanah dan bongkahan batu dari material rombakan lama,” katanya.
Energi yang terkumpul di lereng atas dan tengah menjadi faktor utama daya rusak luar biasa longsor ini. Akumulasi material dan air hujan memperkuat daya gerus hingga jalur aliran longsor membentuk pola lembah yang tajam.
“Hasil pemodelan menunjukkan energi potensial terkumpul dan tertahan di lereng atas serta tengah. Akibatnya, daya gerus air terhadap lereng sangat kuat hingga membentuk lembah sungai berbentuk V,” ungkap Edi.
Kecepatan pergerakan material menjadi faktor paling krusial dalam tragedi ini. Singkatnya waktu tempuh dari puncak ke permukiman membuat warga sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melakukan evakuasi mandiri.
“Simulasi menunjukkan material hanya butuh 25 menit untuk sampai ke bawah. Sangat cepat, apalagi kejadiannya pukul 02.30 WIB saat warga sedang beristirahat,” pungkasnya.
Video Kesaksian Korban Longsor Cisarua: Kayak Keangkat Rumahnya“
